Why “KOPLO” Music Increasingly Popular In Indonesia?

 

VV3

Via Vallen

Source Image : https://www.youtube.com/watch?v=9VVrd-PRpzw

“I’m sorry darling, my heart has already dangdut” – The Kandang

In 2010 officially I touched Java island to continiue my study in bachelor program. I choose Yogyakarta as the main destination for learning caused by there are so many university with good reputation here. Since then I fell in love with koplo music. I don’t know why, maybe because this music is easy listening and society there like to play that music in public area and their home. Koplo is music which never look social status. It means when you starting listen it, you will carried away in that music.

What is koplo music? 

Koplo music is part of dangdut that given by additional creativity. Bit this music also different with dangdut which more faster in middle to the end. So that, people always call this music is Dangdut Koplo.

NL

Nella Kharisma

Source Image : https://www.youtube.com/watch?v=7j3xw0ytlcY

Any correlation koplo with Construction Industry?

I don’t know it’s just my assumtion or true, but mostly engineers and workers in the project love this music very much. I have observed the work of mat foundation 3 months ago, and I found to dissipate the feeling of tired Site Manager play the koplo music. It’s happened caused by to complete mat foundation need more than 24 hours. I’m never observed for daily work but I have feeling that it will be have same condition.

Lately there are so many modern dangdut koplo stars. Via Vallen and Nella Kharisma are two name who always got a lot of attention from the viewers. Not only have good looking but also great voice and performance can they show to koplo lovers. Their youtube videos also always dominate the trending. Video “Sayang” from Via Vallen has been watched by more than 148 million viewers. Nella Kharisma also did not want to lose, video “Jaran Goyang” has been watched by more than 160 million. It is very fenomenal caused by pop and others genre music in Indonesia nowdays hard to get viewers that much.

Who is the real koplo music lovers actually? Why this music genre become fenomenal in millineals. The perfect reason maybe because of the rhythm of this music is very comfortable to make the body dance. Actually koplo music is music that much enjoyed by society in the countryside. It is caused by the show is always held in the field or vast place. Cheap entertainment that don’t need to pay ticket and than you can dance together with people there. For your information both Via Vallen and Nella Kharisma started from stage to stage. It is means before they famous right nowdays there are a great struggle to be defeated.

Can koplo music go international? Hmmm….. need more effort and packaging innovation to bring this genre into International arena. We can study from India that succesfully bring their music accompany  Bollywood movie. This is indication that music which indentity of the nation can be exposed to the world by smart way. Koplo music character that has similarities with regge, ska, and dangdut can make this genre easy to introduce.

In conclusion, feel or soul that koplo music offer can indeed bring a positive influence to revive the mood. Thus, it should not be difficult to bring this genre of music to the international realm.

Jakarta, 03 May 2018

Berkah Dalem 🙂

Advertisements

Preparation IELTS di LBI FIB UI

Jika kita mencari tempat preparation IELTS yang berkualitas di Jakarta tentu saja sebagian besar responden akan merujuk ke IALF, TBI, IDP, Sun Education, English Bridge, dan beberapa lembaga kursus lainya. Namun jika keywordnya dipersempit menjadi tempat preparation IELTS yang berkualitas dan dengan harga yang terjangkau dengan kantong mahasiswa dan karyawan, LBI FIB UI akan ada diperingkat atas dalam polling pastinya. Tempat preparation milik institusi pendidikan tentu saja akan sangat menjadi perhatian dengan harga yang bersahabat.

Sebelum hendak mendaftar preparation IELTS di LBI FIB UI ada baiknya menelfon atau mengunjungi bagian informasi untuk menanyakan jadwal pendaftaran, hal ini mengingat preparation atau pendaftaran tidak dibuka setiap bulan. Lokasi preparation dan pendaftaran ada dua tempat yakni UI Depok dan Salemba, mengingat lokasi saya yang berada di dalam kota Jakarta maka pilihan jatuh pada LBI FIB UI Salemba. Akses ke UI salemba terbilang sangat mudah karena tepat di depan lokasi ada halte bus Trans Jakarta.

Setiap peserta yang akan melakukan preparation diwajibkan untuk melakukan Placement Test. Pada saat pendaftaran peserta diberikan kesempatan untuk memilih jadwal writing & speking tes.Biaya yang dikenakan untuk pendaftaran yaki sebesar Rp. 100.000,00 Kedua tes ini sendiri akan dilakukan secara terpisah. Writing tes yang diberikan pada placement tes hanya task 2 saja dengan waktu yang mirip dengan real tes IELTS. Saya sedikit agak kaget karena ada reading tes yang diberikan pada kesempatan itu juga, padahal tidak ada disebutkan adanya reading tes sebelumnya. Format soal-soal yang diujikanpun nyaris sama dengan tes IELTS yang sebenarnya.

Speaking tes dilakukan dihari yang berbeda dengan writing test dengan kata lain kita harus kembali lagi untuk ujian ini. Berhubung saya ada tugas kantor yang tidak bisa ditinggalkan pada hari yang telah saya pilih sebelumnya, maka saya meminta penjadwalan ulang. Untungnya reschedule diperbolehkan, jadi ini sangat membantu sekali buat saya. Setelah melapor kepada petugas untuk melakukan speaking tes dihari yang telah dijadwalkan, beberapa saat kemudian saya dipanggil kesebuah ruangan. Disana sudah duduk dengan manis seorang intervewer yang ramah dan terlihat smart.

Mrs. Yuni pada saat itu memberikan saya pertanyaan seputar home town, tempat lahir, kedekatan dengan keluarga, tujuan ikut preparation dan target kapan akan mengambil real tes IELTS. Pada kesempatan itu Mrs. Yuni juga menjukkan hasil tes reading & writing. Setelah selesai memberikan pertanyaan kemudian interviewer akan memberikan suggestion mengenai kelas mana yang sesuai dengan kita berdasarkan nilai dari ketiga sub tes yang sudah diberikan. Berhubung nilai reading, writing, dan speaking yang tergolong rendah maka saya ditempatkan di level Introduction.

Introduction sendiri dibagi menjadi 2 yakni Itroduction A dan Introduction B. Menimbang jam kerja dan mobilitas sebagai karyawan saya meminta kelas sabtu pukul 13.00 – 17.00. Setelah mengetahui kelas yang kita dapatkan dan biaya yang harus dibayar disarankan agar sesegera mungkin untuk melakukan pembayaran karena LBI FIB UI menerapkan sistem “First Come First Served” terhadap kuota kelas. Peserta yang melakukan konfirmasi bukti pembayaran terlebih dahulu akan diprioritaskan masuk ke daftar kelas utama. Untuk peserta yang melakukan konfirmasi setelah kelas kuota penuh akan terdaftar untuk term berikutnya. Jadi begitu menegtahui kelas yang kita dapatkan jika memang sudah srek, lebih baik langsung dibayarkan saja. Biaya kelas Preparation IELTS untuk semua level yakni Rp. 1.700.000,00. Jika dibandingkan dengan tempat lain yang menyelenggarakan preparation biaya disini tergolong murah mengingat ditempat lain bisa mencapai 4 jutaan ke atas. Berikut saya lampirkan jadwal kelas preparation untuk lokasi Depok dan Salemba.

IELTS

Jakarta, 22 April 2018

Berkah Dalem 🙂

Time Leaves no Fruit on The Tree

P_20171228_161444[1]

Beberapa bulan terakhir ini lagi seneng-senengnya dengerin lagu You’re gonna live forever in me gara-gara ada bait Time leaves no fruit on the tree. John Legend lewat lagu ini sih  sepertinya mengisyaratkan walaupun banyak hal besar yang telah atau akan terjadi ia memberi jaminan bahwa sang kekasih akan tetap tinggal dalam hatinya. Bertolak belakang dengan itu untuk kali ini saya mengambil judul di atas karena yaa keputusan untuk berpisah. Berpisah enggak melulu tentang asmara dan percintaan kan?, bisa aja tentang karir, pekerjaan, atau yang lainya. Barangkali saya punya firasat yang implikasinya berimbas sama kehidupan….hanya barang kali.

Setali tiga uang atas beberapa alasan dan pertimbangan yang matang saya memutuskan untuk mengakhiri masa kerja di tempat pertama kali dimana saya dibesarkan. Batu pijakan yang sudah mendidik saya selama kurun waktu 2 Tahun 8 Bulan. Banyak sekali pelajaran real yang tidak pernah didapatkan selama duduk di bangku kuliah saya temukan disini, itulah mengapa saya selalu terkesan melihat akademisi yang juga merangkap menjadi praktisi.

Rutinitas selama hari kerja menggeluti profesi sebagai Structural Engineer (Sebagian saya singkat SE saja karna cukup banyak dipakai dalam tulisan ini) sangatlah menyenangkan dan penuh tantangan. Program ETABS dan Auto CAD bukanlah barang asing karena setiap hari selalu bersinggungan. Sayangnya, beberapa saat kedepan sepertinya program ini tidak akan saya gunakan  seintens saat menjadi SE karena jabatan baru yang akan saya emban sedikit bergeser namun tidak terlalu jauh lah.

Menerjemahkan gambar arsitek kedalam program 3D, mengeluarkan output berupa hitungan dan gambar struktur yang siap dikerjakan di lapangan adalah hal terkeren yang saya rasakan selama menjadi SE. Semakin ruwet, nyleneh, dan baru bentuk dan karakter bangunan maka semakin tertantang pula untuk mengerjakan project tersebut. Walaupun kadang uring-uringan, stress, dan pusing sendiri tapi ada kenikmatan yang berbeda ketika bisa menemukan solusi.

Bicara kenikmatan tanpa bicara obstacle rasanya kurang lengkap. Untuk bertahan pada pilihan yang sudah jatuhkan itu tidak mudah. Berkaca pada pengalaman banyak juga anak-anak baru yang belum setahun memilih untuk resign karena merasa tidak mampu ataupun tidak menemukan kesesuaian pada  pekerjaan. Tidak jarang ada juga yang belum menginjak sebulan memutuskan untuk mundur. Tekanan terbesar yang sering dialami biasanya mengenai masalah deadline yang bisa datang dan pergi sesuka hati.

Design yang acap kali berubah-rubah dari arsitek juga kendala untuk percepatan karena harus merekalkulasi ulang. Beberapa konsultan besar di Jakarta menerapkan kerja team namun ada juga satu SE yang diberikan lebih dari satu project dengan pengawasan seorang manager. Beban tugas yang terlalu banyak ditambah deadline yang kadang berbarengan membuat SE harus memutar otaknya lebih cepat.

In addition, sebagai revew selama masa bakti yang saya rasa lebih dari cukup saya ingin menyampaikan bahwa cukup banyak pekerjaan yang bisa digeluti atau ditawarkan jika tidak lagi menjadi structural engineer. Berikut adalah alternatif pilihan yang bisa menjadi opsi menurut top survey:

  • Buka konsultan sendiri

Sebagian engineer yang punya jiwa usaha biasanya lebih memilih untuk mendirikan konsultan sendiri ketimbang pindah kerja ke tampat lain. Toh setelah 3 tahun atau lebih bermodalkan keahlian yang cukup mumpuni Structural Engineer bisa mengurus SKA ataupun SIBP sendiri.

  • Konsultan Asing

Ada cukup banyak konsultan asing yang punya kantor di Indonesia dan tentu saja mereka mencari Structural Engineer yang berpengalaman dengan tawaran gaji yang cukup tinggi. Beberapa contoh konsultan struktur asing di Indonesia diantaranya adalah: Meindhard Indonesia, Royal HaskoningDHV, dll.

  • Developer

Developer merupakan lahan subur untuk lulusan Structural Engineer. Jasa Structural Engineer disini sangat dibutuhkan untuk merevew hasil kerja dari konsultan perencana. Penghasilan yang ditawarkan oleh mereka juga di atas rata-rata pada umumnya.

  • Kontraktor

Paham design namun tidak tahu praktek kan sayang yaa. Pada umumnya SE mengincar kontraktor karena ingin mengaplikasikan ilmu yang didapat selama bekerja di konsultan perencana. Banyak sekali kontraktor BUMN maupun swasta yang mau meminang SE untuk ditempatkan sebagai Construction Engineer maupun Design Engineer tergantung divisi masing-masing kontraktor.

In Conclusion, Bertahan atau pergi itu adalah pilihan. Seperti buah yang tidak selamnya menggantung pada ranting  pohon, begitu juga dengan dengan saya yang sedang mencari ranting baru yang lebih kokoh ataupun lebih cocok dengan karakter buah yang ingin ataupun sudah saya hasilkan. Terima kasih atas segala pengetahuan dan kesempatan yang sudah diberikan, ini adalah hal luar biasa yang tentu saja tak bisa dinilai hanya dengan sekedar pundi rupiah.

Jakarta, 07 Juli 2017

Berkah Dalem 🙂

SKCK Sebagai Syarat Beasiswa

SKCK pada umumnya diperlukan saat kita hendak akan mengikuti tes masuk PNS, tes masuk institusi pemerintahan, syarat masuk kerja, atau yang lainnya. Berikut ini akan saya jelaskan rentetan pengurusan SKCK yang tujuannya sebagai syarat pelengkap beasiswa.

  1. Surat Pengantar dari RT, RW, Dukuh, Kelurahan

Langkah awal yang harus dilakukan adalah mendatangi perangkat desa mulai dari tingkatan terbawah dimana domisili saya tinggal sesuai KTP yang masih berlaku. Mulailah pergi ke tempat Pak RT terlebih dahulu dan menyapaikan maksud dan tujuan pembuatan SKCK sembari membawa Foto Copy KK atau KTP. RT setempat akan menyiapkan form yang nantinya akan ditanda tangani dan diberi stempel oleh RW, Dukuh, dan Kelurahan. Untuk meminta surat pengantar dari RT, RW, dan Dukuh sendiri saya lakukan dihari yang berbeda, barulah ke-esokan harinya saya baru pergi ke Kelurahan. Berikut yang harus disiapkan untuk pengurusan surat pengantar ditingkat awal ini:

  • Biaya Administrasi 10.000,00 (di Kelurahan)
  • Foto Copy KK
  • Foto Copy KTP

Setelah diberi Stempel dan Tanda Tangan maka saya selanjutnya diarahkan oleh petugas kelurahan untuk mengujungi Kantor Polisi Sekitar yang terdekat dengan domisili.

  1. Surat Pengantar dari Polsek

Sekitar pukul 08.00 saya sudah ada di kantor Polsek yang ada di Jl. Solo dekat dengan Ambarukmo Plaza. Petugas kemudian meminta beberapa persyaratan seperti yang saya tulisankan di bawah ini serta tujuan penggunaan SKCK-nya. Jika tujuannya untuk melajutkan studi maka akan ditanyakan studi di dalam atau di luar negeri. Di kantor Polsek ini sebenarnya diminta Pas Foto dengan background merah, namun karena yang pertama saya keluarkan background biru jadi kata petugasnya gak papa. Ini adalah berkas yang perlu disiapakan saat di Polsek:

  • Foto Copy Akta Kelahiran
  • Foto Copy KK
  • Foto Copy KTP
  • Pas Photo 4×6 Dua Lembar (Background Merah)
  • Surat Pengantar dari RT, RW, Dukuh, dan Kelurahan

Setelah pengantar selesai diketik kemudian petugas memberikan arahan agar saya menuju Polres Sleman yang berada di Jl. Magelang. Pembuatan surat pengantar di kantor Polsek ini tidak dimintai biaya, namun biasanya jika mengurus surat yang lainya petugas hanya bilang “Sukarela”.

  1. Surat Pengantar dari Polres

Setibanya di kantor pengurusan SKCK di Polres saya diarahkan kebagian pencatatan sidik jari terlebih dahulu karena sebelumnya saya belum pernah mempunyai semacam kartu rekam tentang sidik jari. Untuk pengurusan sidik jari yang perlu anda siapkan adalah:

  • Biaya Administrasi 10.000,00
  • Foto Copy Akta Kelahiran
  • Foto Copy KK
  • Foto Copy KTP
  • Pas Photo 4×6 Atau 3×4 Satu Lembar (Background Merah/Biru)

Sebelum perekaman sidik jari saya terlebih dahulu diminta untuk mengisi data diri dan riwayat hidup. Perekaman sidik jari dilakukan secara manual yang biasanya dengan tinta dan elektronik… maklum jaman makin canggih. Saya kemudian diberikan kartu sidik jari yang berisi semacam susunan huruf dan angka. Kartu tersebut lalu saya foto copy terlebih dahulu sebelum menuju ruang pengurusan SKCK. Petugas di ruang pengurusan SKCK juga menanyakan untuk tujuan lanjut studi dalam atau luar negeri. Blanko yang berisi pertanyaan seputar data diri dan riwayat catatan hukum diberikan terlebih dahulu, barulah setelah itu surat pengantar saya diproses. Persiapkanlah dokumen dan perlengkapan ini saat anda di Polres:

  • Biaya Administrasi 10.000,00
  • Foto Copy Akta Kelahiran
  • Foto Copy KK
  • Foto Copy KTP
  • Foto Copy Kartu Sidik Jari
  • Pas Photo 4×6 Empat Lembar (Background Merah)
  • Surat Pengantar dari Polsek

Berbekal sepucuk surat kemudian petugas memberi komando agar saya melanjutkan tahapan terakhir di Polda DIY.

  1. Polda

Mencari alamat Polda DIY tidak begitu susah yaa, letaknya ada di Jalan Ring Road Utara persis di depan Mall Hartono. Mall ini konon katanya adalah mall terbesar se DIY- Jateng. Begitu melewati pintu gerbang saya langsung disapa oleh petugas penjaga dengan wajah yang cukup serius dan suara tegas, sesuai prosedur yang berlaku memang tamu wajib lapor. Saya diminta untuk membuka masker dan kaca penutup helm , wahh..wahh cukup deg-degan masuk markas polisi dengan pelat motor mati dan sempat ketahuan melawan arah sebelum masuk gerbang.

Ruangan tempat pengurusan SKCK di Polda DIY ada sederatan dengan pos penjagaan yang tidak jauh dari pintu gerbang. Berkas dan persyaratan yang harus disiapkan adalah sebagai berikut:

  • Biaya Administrasi 10.000,00
  • Foto Copy Akta Kelahiran
  • Foto Copy KK
  • Foto Copy KTP
  • Pas Photo 4×6 Satu Lembar (Background Merah)
  • Surat Pengantar dari Polres

Pertanyaan yang sama kembali ditanyakan petugas perihal tujuan SKCK untuk lanjut studi dalam atau luar negeri. Petugas di ruangan pengurusan SKCK kemudian memberikan blanko yang harus saya isi terlebih dahulu. Blanko ini sama dengan yang diberikan saat di Porles, isinya mengenai data diri dan riwayat catatan pelanggaran kalau pernah bersangkutan dengan kasus hukum. Tak butuh waktu lama setelah blanko dikembalikan petugas segera memproses SKCK-nya. Berikut adalah rangkuman estimasi waktu dan biaya yang saya habiskan dalam pengurusan SKCK ini.

  1. Kelurahan  = 15 Menit
  2. Polsek         = 30 Menit
  3. Polres          = 45 Menit   (*Termasuk pengurusan sidik jari (20 Menit)
  4. Polda            = 30 Menit
  5. Biaya Total yang saya keluarkan = Rp. 40.000,00

Jadi dalam pengurusan SKCK ini bisa dilakukan dalam sehari asalkan memulainya sepagi mungkin dan Surat pengantar dari RT, RW, dan Dukuh sudah diurus dihari sebelumnya. Pelayanan petugas dimasing-masing instansi saat ini juga sangat cepat dan jelas arahannya sehingga saya tidak bingung. Demikian Catatan ini saya buat semoga bermanfaat.

Jakarta, 21 Juli 2016

Berkah Dalem 🙂

IELTS Cambridge VS IELTS Barron’s

BR89

Gbr. Serial buku Barron’s dan Cambridge

Kembali saya akan sharing tentang pengalaman saya mempersipkan diri untuk  mengikuti tes IELTS tgl 21 Mei 2016 di IALF Kuningan. Kali ini saya akan mereview tentang dua buku yang saya gunakan sebagai amunisi sebelum “ Panas dikening dan Dingin dikenang.” Setelah 13 hari tes keluar maka saya harus menerima kenyataan bahwa saya gagal untuk tes IELTS perdana. Bagimana tidak panas dikening kalau soalnya memang luar biasa makyuss dan dingin dikenang kalau mesti merelakan 2,85 juta  dengan hasil yang kurang menggembirakan. Sebenarnya dalam IELTS tidak ada kata gagal, hanya saja saya belum mampu mencapai skor yang ditargetkan. Tidak perlu menyalahkan siapa-siapa karena memang persiapan yang tidak terlalu matang dan terkesan memaksakan diri. Jauh dari sekedar pengalaman ini bisa jadi pembelajaran dan intropeksi diri melihat sisi-sisi kelemahan yang saya punya.

Jika anda sedang mencari buku yang recommended untuk persiapan tes IELTS secara mandiri maka beberapa sumber akan merujuk pada dua buku pada judul besar di atas. Faktanya ada banyak sekali media untuk belajar IELTS dan buku adalah salah satunya yang paling sering digunakan untuk mengetahui trik-trik soal, ataupun pembahasannya. Berdasarkan pengamatan saya masing-masing buku ini punya kelebihan dan kekurangan masing-masing .Kedua buku di atas dapat dibeli dibeberapa toko buku besar seperti Gramedia dan Kinokuniya, namun gak disemua gramedia ada sepertinya, entah karena stoknya habis ataupun memang tidak memasarkan buku tersebut. IELTS Cambridge sampai saat ini kalau tidak salah sudah sampai seri ke-10, dan semakin tinggi serinya semakin mahal pula harganya. Dari sisi harga buku Barron’s lebih terjangkau buat mahasiswa dan anak kos-kosan, terdapat paket hemat yang terdiri dari 3 buku seharga 500 ribuan karena diskon. Download pdf dan audionya juga bisa jadi alternatif kalau uang lagi seret buah beli yang original, tapi kalau punya uang berlebih alangkah baiknya jika membeli yang asli untuk mendapatkan cetakan dan kertas bagus sekaligus wujud apresiasi kita terhadap pembuat buku.

Bagi awam lagi-lagi buku bagus gak menjamin seseorang untuk bisa meraih skor tinggi kalau tidak diimbangi dengan kerja keras dan doa yang tak henti-hentinya. IELTS bukan tes mudah yang bisa dipelajari hanya dengan  bekal waktu seminggu untuk ukuran individu yang kemampuan bahasa inggrisnya pas-pasan seperti saya. Bahkan untuk orang yang punya basic bagus in english dan pernah tinggal dinegara yang menggunkan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar saja masih dibela-belain buat ambil preparation class yang jelas saja tidak murah, bahkan biaya untuk preparationnya bisa dua kali lihat biaya tes, makjlebb banget kalau buat karyawan lah. Kebanyakan dari mereka mengambil kelas preparation yang difokuskan pada sesi writing dan speaking, karena memang untuk dua sesi ini butuh keberadaan orang lain untuk memberi penilaian. Butuh latihan rutin dan tertata untuk mendapatkan hasil maksimal jika mengincar skor yaaaa minimal 6,5 All band lahh sebagai syarat untuk mendaftar beasiswa maupun universitas di luar negeri.

Latihan secara mandiri yang sifatnya semi insentif saya sudah coba lakukakan untuk mengantisipasi topik soal yang mungkin akan diujikan dengan menggunakan dua buku tersebut. Bagi karyawan memang mengatur jadwal belajarlah yang cukup susah menurut saya. Mengandalkan jam setelah pulang kerja dan waktu week end adalah yang bisa dilakukan. Godaan terberatnya adalah rasa lelah dan malas yang selalu saja timbul kapan saja. Dari total 3 buku Barron’s yang terdapat dalam paket tercatat hanya satu  buku yang baru saya selesaikan. Terdapat  paket soal latihan beserta kunci jawaban baik akademik maupun general  training. Dari sisi buku Cambridge saya hanya mencetak dua seri saja yang menurut saya cukup baru, yakni seri 8 dan 9. Sempat mencari-cari seri 10 tapi belum dapat. Paket soal yang terdapat dalam satu buku Cambridge ada 4 paket dengan tingkat kerumitan yang cukup wahhhh lah menurut saya. Dari kedua buku tersebut saya baru sempat menyelesaikan seri ke-8 mengingat jadwal tes yang sudah di depan mata waktu itu.

Setelah menyelesaikan soal-soal dari kedua buku berbeda tersebut saya bisa mengatakan bahwa IELTS Cambridge lebih representatif untuk menggambarkan kemampuan yang saya punya. Skor yang saya dapatkan dari tes sesungguhnyapun bahkan hanya setara dengan hasil sewaktu latihan. Komparasi yang saya lakukan memang hanya sebatas bagian Listening dan Reading. Soal-soal IELTS yang sebenarnya memang tingkat kesulitanya kurang lebih sama dengan yang ada dalam buku Cambridge. Cambridge memang adalah salah satu pihak yang membawahi IELTS di samping IDP dan British Council , oleh karena itu soal-soal yang diterbitkan dalam buku Cambridge-pun disetting setara dengan  tes aslinya atau soal yang pernah diujikan dimasukkan dalam buku tersebut. Buat teman-teman yang sekedar ingin mengetahui sejauh mana tingkat kemampuannya untuk menaklukan tes IELTS atau sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi tes saya sarankan untuk menggunkan buku terbitan Cambridge. Buku Barron’s  sebenarnya juga bisa menjadi alternatif untuk menambah kosa kata dan trik-trik menghajar IELTS. Topic yang dibahas dalam buku Barron’s juga variatif dan mudah dicerna. Demikian review saya mengenai kedua buku tersebut, tetap semangat, terus belajar, dan semoga bermanfaat.

 Jakarta, 02 Juli 2016

Berkah Dalem 🙂

Mengurus SKBS, SKBN,dan SKB-TBC di RSUD Tarakan

MCU
Ilustrasi Medical Check Up

Setelah mencari-cari info rumah sakit pemerintah yang terdekat dengan tempat tinggal saya sekarang, akhirnya saya putuskan untuk melakukan medical check up di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan yang lokasinya berada di Jakarta Pusat. Awalnya saya berencana akan ke Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, namun karena beberapa review yang menuliskan biaya untuk pengurusan Surat Keterangan Berbadan Sehat, Surat Keterangan Bebas Narkoba, dan Surat Keterangan Bebas TBC cukup mahal saya berfikir untuk ke rumah sakit umum daerah saja. Asumsi saya rumah sakit umum pusat lebih mahal dari pada rumah sakit umum daerah.

Hari senin pagi saya berangkat dari Kebon Jeruk dengan menggunakan ojek online menuju RS. Tarakan. Untuk akses kesana juga terhitung mudah karena ada halte Trans Jakarta yang persis di depan RS tersebut. Pukul 7.30 WIB sampai disana kemudian setelah bertanya kepada petugas saya diarahkan ke Poli Cendana yang letaknya di bagian belakang. Dari bagian depan naik ke lantai 2 kemudian melewati sky bridge ke gedung belakang kemudian naik lagi ke lantai 3. Karena saya tergolong pasien baru maka saya harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Petugas meminta KTP untuk pendataan identitas lalu kemudian diberi kartu pasien.

Setelah diberi kartu saya kemudian diarahkan kebagian MCU yang ada didekat bagian pendaftaran. Disana ada seorang ibu-ibu/suster yang cukup ramah dan sangat membantu saya sampai selesai. Dibagian MCU saya didata lagi dengan mengisi beberapa form salah satunya mengenai riwayat kesehatan dan ditanyakan untuk keperluan apa medical check upnya. Dalam hal ini surat-surat yang saya butuhkan di atas rencananya untuk digunakan sebagai syarat pendaftaran Beasiswa LPDP. Surat keterangan bebas TBC merupakan syarat untuk pendaftaran yang akan ke luar negeri. Setelah selesai pengisian form lalu saya di arahkan ke kasir untuk melakukan pembayaran. Untuk ketiga tes tersebut dikenakan biaya keseluruhan Rp. 522.000,00. Biaya yang cukup mahal untuk ukuran anak kos seperti saya ini.

Ternyata biaya untuk ketiga tes di atas gak jauh beda dengan di RSUP Fatmawati. Untuk SKB – TBC sebenarnya termasuk pemeriksaan paket luar negeri, namun karena tujuannya untuk beasiswa maka dari ketiga MCU di atas tidak terlalu mendetail. Biaya untuk full MCU tentu saja akan jauh lebih mahal. Urusan bayar membayar kelar kemudian saya kembali ke MCU diukur tensi, tinggi, berat, dan kemudian diperiksa oleh dokter disana. Next steps yaitu ke ruang sebelahnya untuk pengambilan sampel darah dan urin untuk pemeriksaan bebas narkoba.

Surat rujukan sudah dibuat kemudian saya kembali ke gedung depan di lantai dasar bagian radiologi untuk ronsen paru-paru yang akan digunakan sebagai indikator bebas TBC. Sewaktu ronsen saya diwajibkan untuk tidak memakai baju dan diisyratkan untuk memeluk alat yang ada di depan saya, wahhhh berasa banget deh jonesnya…zzzz. Pengurusan surat-surat tersebut tidak bisa selesai dalam sehari karena harus menunggu hasil  dan pengujian sampel darah dan urin. Oleh karena itu saya harus kembali lagi besoknya dan tentu saja harus bolos kerja. Habis dehh gaji bulan ini dipotong, ckckckckck.

Hari Ke  – 2

Hari ini saya dijadwalkan untuk pemeriksaan di Poli Paru di gedung depan. Setelah mendapatkan surat rujukan dari MCU kemudian meluncur kesana dengan hasil ronsen kemaren. Sudah datang pagi ternyata harus menunggu dokternya karena belum datang. Sebenarnya sudah daftar duluan tapi dokternya memprioritaskan yang sakit terlebih dahulu. Maka jadilah saya yang ada dipaling akhir sesi sebelum makan siang dan Poli tutup. Tenyata gak lama di Poli Paru cuma di lihat hasil ronsennya kemudian ditanya mau ambil beasiswa kemana, sudah kerja apa belom, dan pertanyaan seputar hidup dan tujuan saya. Keadaan di Poli Paru saya rasa lebih berwarna yaa karena ada beberapa koas dokter yang bening-bening jadi agak terobati lah masa penantiannya..hehehhee.

Kembali ke bagian MCU dengan hasil dari Poli paru lalu susternya menyuruhku makan siang terlebih dahulu karena tahu capek bolak-balek dari pagi. Mumpung di daerah Cideng sekalian lah ngajak makan siang Yati dan Monica yang kebetulan kerja di daerah sana. Bisa sambil cerita-cerita sambil makan di kantin rumah sakit lahhh. Jam 13.00 WIB kembali ke atas untuk mengambil hasilnya  dan puji tuhan ternyata semuanya normal dan yang terpenting saya bisa melangkah untuk melengkapi beberapa persyartan selanjutnya.

Semoga ini bisa menjadi bagian dari kisah kedepan saya. Dan buat teman-teman yang berencana akan membuat surat-surat di atas datanglah sepagi mungkin untuk menghidari antrian karena rumah sakit umum pemerintah selalu ramai. Selamat berjuang dan semoga kalian selalu sehat.

Jakarta, 9 Maret 2016

Berkah Dalem 🙂

PSIKOTES & FET Badak LNG

psikotes kerja
Image Psikotes by:

 

Awalnya gak tau Badak lng ni perusahaan apa, “Wah cupu banget pengetahuan ane memang tentang perusahaan lng di indo”, ya karena memang selama ini ane lebih cenderung melirik kontraktor dan konsultan sesuai basic akademik ane ndan. Berbekal modal nekad ane sama sesepuh JONES Bernad (Bukan nama sebenarnya) sekarang udah di PAMA sama mendan ane curut Frima, pergi nganterin berkas ke kantor ECC UGM, sampai disana ternyata kantornya lagi tutup. What a day!!!, karena kasihan mungkin petugasnya suruh letakin berkasnya dimeja aja, ya sukur deh gak bolak balik.

Sekitar seminggu atau dua minggu setelah pengumpulan berkas kami dihubungi lewat email dan sms bahwa kami lulus administrasi dan berhak melanjutkan ketahap selanjutnya yakni Psikotes dan FET (tes khusus buat teknik) 26 Oktober 2014. Minggu PAGI, dandan RAPI, sarapan ROTI ,langsung cusss ke PSIKOLOGI UGM, ternyata masih sepi ndan yang rame disamping ada Sunday morning, yaa dari pada telat sihh.Jam 08.00 mulai registrasi ulang, baris rapi cek kelengkapan SKL, TRANSKIP,KTP, ok baru masuk dapat cap, kayak mau masuk wahana bermain yakk.

Agak molor kayaknya dari jam yang ditetapkan jam setengah sembilan dah slesai registrasi semua disuruh ambil sarapan diluar baru  masuk presentasi tentang badak lng. Slesai presentasi pesarta dipecah lagi ke ruangan masing-masing baru masuk sesi tes psikotes. Panitia menjelaskan tentang aturan dan yang berkaitan tentang psikotes. Psikotest ini yg biasa digunain buat selsekasi masuk S2 ugm lebih familiar dg PAPs ugm, soalnya kira2 120 soal isinya seperti biasa ada wortel, kacang panjang,, ehhh bukan deng isinya kemampuan verbal, logika, visualisasi spesial dsb,,ya layaknya psikotes pada umumnya yang jelas dengan waktu yang terbatas. Psikotest slesai kira-kira stengah 12, langsung tersedia makan siang, wahhhhh mewah bener ni perusahaan, baru kali ini tes dikasi sarapan and makan. Si Jones nyeletuk “ kalau kayak gini mau gua sering2 tes kerja” Iya tapi kapan lu kerjanya ndan.

Siap makan siang,sholat bagi yg menjalakannnya, cek in lagi, didata lagi sapa tau ada yang kabur kan, langsung lanjut FET. Kali ini FET nya yang hadle dari ITS ndan, sumpah ini FET pertama ane, apa itu FET, kepanjangan FET aja gak tau, manut aja deh duduk, diam, dan kerjakan. Oke soal dibagikan, Penjelasan panitia soal 100 buah waktunya 4 jam kalau gak salah, gak boleh kekamar kecil, sekalipun terpaksa harus didampingi pengawas…..Sangar kan..hahahah. Yappp soal dibuka… JEBRETTTTT…oke FIX..INI APAAN YA??.

Sungguh komposisi soal yang hot lah.

  • Calculus
  • Fisika
  • Kimia
  • Sipil (3 soal barangkali)
  • Informatika

Sebagai anak teknik melupakan calculus, fisika, dan kimia agaknya adalah kesalahan fatal. Sebenernya itu calculus, fisika dan kimia dasar tapi Cuma beberapa soal yg bener2 ane yakin bener, ya entahlah lain kali harus bener2 prepare kalau emang mau tes. Waktu 4 jam gak sampai 2 jam dah finish, karena memang gak tau mau ngapain lagi, sisanya buat latihan gambar, padahal gak ada tes menggambar..wakakaka. Lihat peserta lain juga gak jauh beda ndan ada yang tiduran, si Jones ngitung kancing kayaknya..hahahha.

FET selesai stengah 5-an diperbolehkan pulang, ternyata masih ada snack lagi.Mungkin mereka tau kami lelah. Sampai kos baru buka-buka tentang Badak LNG, wahhhh nyeesel bgt baru tau ternyata ni perusahaan salah satu perusahaan dengan gaji terttinggi di negri ini, dua digit-an lebih lah. Yahhh tunggu aja deh hasilnya gimna..

Seminggu-an buka di web Badak LNG ada pengumuman hasil tes PWWT, yahhh bener saja gak lolos, yang lebih tragisnya dari 90-an teknik sipil yg lolos administrasi Regional Jogja..ya walau ada beberapa yang gak datang tes Cuma 1 yang lolos tahap berikutnya, sisanya diisi dari regional Bandung dan Jkt ada 11. Wahhhh bener gak kira2 ni seleksi sadis and ketat bener.

Oke lain kali lebih prepare aja deh.

“Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih “ (Mat 22:14)

Yogyakarta, 15 November 2014

Berkah Dalem 🙂