IELTS Cambridge VS IELTS Barron’s

BR89

Gbr. Serial buku Barron’s dan Cambridge

Kembali saya akan sharing tentang pengalaman saya mempersipkan diri untuk  mengikuti tes IELTS tgl 21 Mei 2016 di IALF Kuningan. Kali ini saya akan mereview tentang dua buku yang saya gunakan sebagai amunisi sebelum “ Panas dikening dan Dingin dikenang.” Setelah 13 hari tes keluar maka saya harus menerima kenyataan bahwa saya gagal untuk tes IELTS perdana. Bagimana tidak panas dikening kalau soalnya memang luar biasa makyuss dan dingin dikenang kalau mesti merelakan 2,85 juta  dengan hasil yang kurang menggembirakan. Sebenarnya dalam IELTS tidak ada kata gagal, hanya saja saya belum mampu mencapai skor yang ditargetkan. Tidak perlu menyalahkan siapa-siapa karena memang persiapan yang tidak terlalu matang dan terkesan memaksakan diri. Jauh dari sekedar pengalaman ini bisa jadi pembelajaran dan intropeksi diri melihat sisi-sisi kelemahan yang saya punya.

Jika anda sedang mencari buku yang recommended untuk persiapan tes IELTS secara mandiri maka beberapa sumber akan merujuk pada dua buku pada judul besar di atas. Faktanya ada banyak sekali media untuk belajar IELTS dan buku adalah salah satunya yang paling sering digunakan untuk mengetahui trik-trik soal, ataupun pembahasannya. Berdasarkan pengamatan saya masing-masing buku ini punya kelebihan dan kekurangan masing-masing .Kedua buku di atas dapat dibeli dibeberapa toko buku besar seperti Gramedia dan Kinokuniya, namun gak disemua gramedia ada sepertinya, entah karena stoknya habis ataupun memang tidak memasarkan buku tersebut. IELTS Cambridge sampai saat ini kalau tidak salah sudah sampai seri ke-10, dan semakin tinggi serinya semakin mahal pula harganya. Dari sisi harga buku Barron’s lebih terjangkau buat mahasiswa dan anak kos-kosan, terdapat paket hemat yang terdiri dari 3 buku seharga 500 ribuan karena diskon. Download pdf dan audionya juga bisa jadi alternatif kalau uang lagi seret buah beli yang original, tapi kalau punya uang berlebih alangkah baiknya jika membeli yang asli untuk mendapatkan cetakan dan kertas bagus sekaligus wujud apresiasi kita terhadap pembuat buku.

Bagi awam lagi-lagi buku bagus gak menjamin seseorang untuk bisa meraih skor tinggi kalau tidak diimbangi dengan kerja keras dan doa yang tak henti-hentinya. IELTS bukan tes mudah yang bisa dipelajari hanya dengan  bekal waktu seminggu untuk ukuran individu yang kemampuan bahasa inggrisnya pas-pasan seperti saya. Bahkan untuk orang yang punya basic bagus in english dan pernah tinggal dinegara yang menggunkan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar saja masih dibela-belain buat ambil preparation class yang jelas saja tidak murah, bahkan biaya untuk preparationnya bisa dua kali lihat biaya tes, makjlebb banget kalau buat karyawan lah. Kebanyakan dari mereka mengambil kelas preparation yang difokuskan pada sesi writing dan speaking, karena memang untuk dua sesi ini butuh keberadaan orang lain untuk memberi penilaian. Butuh latihan rutin dan tertata untuk mendapatkan hasil maksimal jika mengincar skor yaaaa minimal 6,5 All band lahh sebagai syarat untuk mendaftar beasiswa maupun universitas di luar negeri.

Latihan secara mandiri yang sifatnya semi insentif saya sudah coba lakukakan untuk mengantisipasi topik soal yang mungkin akan diujikan dengan menggunakan dua buku tersebut. Bagi karyawan memang mengatur jadwal belajarlah yang cukup susah menurut saya. Mengandalkan jam setelah pulang kerja dan waktu week end adalah yang bisa dilakukan. Godaan terberatnya adalah rasa lelah dan malas yang selalu saja timbul kapan saja. Dari total 3 buku Barron’s yang terdapat dalam paket tercatat hanya satu  buku yang baru saya selesaikan. Terdapat  paket soal latihan beserta kunci jawaban baik akademik maupun general  training. Dari sisi buku Cambridge saya hanya mencetak dua seri saja yang menurut saya cukup baru, yakni seri 8 dan 9. Sempat mencari-cari seri 10 tapi belum dapat. Paket soal yang terdapat dalam satu buku Cambridge ada 4 paket dengan tingkat kerumitan yang cukup wahhhh lah menurut saya. Dari kedua buku tersebut saya baru sempat menyelesaikan seri ke-8 mengingat jadwal tes yang sudah di depan mata waktu itu.

Setelah menyelesaikan soal-soal dari kedua buku berbeda tersebut saya bisa mengatakan bahwa IELTS Cambridge lebih representatif untuk menggambarkan kemampuan yang saya punya. Skor yang saya dapatkan dari tes sesungguhnyapun bahkan hanya setara dengan hasil sewaktu latihan. Komparasi yang saya lakukan memang hanya sebatas bagian Listening dan Reading. Soal-soal IELTS yang sebenarnya memang tingkat kesulitanya kurang lebih sama dengan yang ada dalam buku Cambridge. Cambridge memang adalah salah satu pihak yang membawahi IELTS di samping IDP dan British Council , oleh karena itu soal-soal yang diterbitkan dalam buku Cambridge-pun disetting setara dengan  tes aslinya atau soal yang pernah diujikan dimasukkan dalam buku tersebut. Buat teman-teman yang sekedar ingin mengetahui sejauh mana tingkat kemampuannya untuk menaklukan tes IELTS atau sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi tes saya sarankan untuk menggunkan buku terbitan Cambridge. Buku Barron’s  sebenarnya juga bisa menjadi alternatif untuk menambah kosa kata dan trik-trik menghajar IELTS. Topic yang dibahas dalam buku Barron’s juga variatif dan mudah dicerna. Demikian review saya mengenai kedua buku tersebut, tetap semangat, terus belajar, dan semoga bermanfaat.

 Jakarta, 02 Juli 2016

Berkah Dalem 🙂

Kerja Sambil Kuliah, Apa enaknya???

WVSS

Punya pekerjaan mapan di perusahaan ternama dengan gaji fantastis setelah tamat kuliah adalah idaman setiap orang. Punya pendidikan tinggi dengan gelar bergengsi dari universitas top bagi sebagian orang juga merupakan hal yang diidam-idamkan. Apalagi kalau bisa menduetkan keduanya dalam satu waktu, tentu saja akan terasa komplit perjalanan hidup kita. Sudah tamat S1 dan bekerja di perusahaan dengan gaji yang dibilang yaaa cukup lumayan lah buat mulai menapaki hidup tanpa bergantung pada orang tua. Namun jauh dilubuk hati paling dalam kok sempat terbesik pikiran pengen buat study lagi. Entah menganggap bekal ilmu yang dipunyai sekarang kurang, atau merasa sepertinya jalan hidup kita bukan di dunia kerja sekarang.

Beberapa pilihan yang bisa dibuat untuk menyiasati kegundahan semacam ini adalah kalau bukan resign dari perusahaan lalu kuliah full time yaaa kerja sambil kuliah. Pemandangan seperti ini sepertinya sudah tidak asing di Jakarta, apalagi sudah banyak universitas yang membuka kelas malam bagi karyawan atau juga ada kelas E- Learning yang tatap muka bisa dilakukan saat week end. Bersyukurlah kalau perusahaan mensupport karyawannya yang punya semangat buat maju dan antusias untuk study lagi, asal tetap professional menyikapi urusan kantor dan kampus. Bahkan kampus negeri seperti UI juga  sekarang sudah menyelenggarakan kelas malam untuk beberapa jurusan dan peminatan tertentu, sayangnya peminatan yang saya inginkan tidak dibuka untuk kelas keryawan. Padahal belum tentu juga diterima disana….zzzzzzz.

Sebenarnya saya bukan pemeran utama dalam hal ini, namun berdasarkan pantuan saya terhadap karyawan yang kerja sambil kuliah ditempat saya bekerja saat ini, saya bisa menjabarkan apa sih enaknya kerja sambil kuliah. Ruang lingkupnya saya batasi pada enak-enaknya saja yaa, ntar kalau dikasih tau gak enaknya malah hilang niat kuliah lagi..ckckckck. Setidaknya ada empat hal yang bisa saya simpulkan dari survei saya dalam beberapa tahun belakangan ini.

Efisiensi fasilitas kantor

Kehidupan mahasiswa gak akan jauh-jauh dari kertas dan printer, selagi ada yang bisa gratis kenapa gak dimaksimalkan aja kan..hehehehe. Bisa menghemat beberap ribu kan lumayan bisa buat beli cilok kalau lagi lapar. Bersyukurlah kalau bisa bekerja dilingkungan kantor yang terlalu mempersoalkan pengunaan fasilitas kantor. Kalau lagi ada jam-jam kosong bisalah curi-curi print jurnal, makalah, atau tugas yang jumlahnya gak seberapa tapi sering..zzzzzz, asal gak print satu rim aja yaaa. Komputer kantor barangkali juga bisa dimanfaatkan secara lagi kerjaain tugas akhir butuh sofware terbaru dengan spesifikasi komputer yang cukup tinggi buat running program. Selagi kerja bisa juga kerjaain thesis, kerjaan selesai thesis jalan teruss, alangkah senangnya kannn..hehehehe

Beasiswa mandiri

Tidak semua dari kita lahir dari keluarga berada pastinya. Orang tua sudah mewanti-wanti “Jatahmu sekolah sampai S1, sekarang giliran adik-adikmu, kalau mau sekolah lagi ya cari beasiswa atau pakai uang sendiri”. Mungkin ada satu dari antara kita ada yang punya pengalaman demikian, barangkali juga yang saya alami. Beasiswa mandiri yang saya maksudkan adalah sekolah hasil dari keringat sendiri tanpa merepotkan uang tua lagi. Lahhh ngabisin duit gaji dimana enaknya???, jauh diluar kata enak bisa jadi sebuah kepuasan tersendiri, setidaknya kita bisa membuktikan kepada orang lain bisa hidup dan study lagi tanpa campur tangan orang tua lagi. Teman-teman dilingkungan kantor sebagian sudah sibuk mempersiapkan KPR rumah, tabungan buat nikah, ehhhh gaji kita masih berkutat buat biaya semesteran. Tapi gak apalah pendidikan kan juga bagian dari investasi, lagian investasi ilmu gak ada kadaluarsanya, makin diupgrade makin sippp lah.

Jam terbang tinggi  + Gelar mentereng

Apa yang perusahaan inginkan saat anda mendaftar kesebuah tempat baru? Pengalaman kerja? YES, jenjang pendidikan tinggi? YES. Satelah setahun bekerja dan didaulat sebagai karyawan tetap, anda memutuskan meminta izin atasan untuk kerja sambil kuliah. Jika dihitung-hitung dengan masa studi magister yang notabenya adalah dua tahun dan ditambah dengan setahun masa kerja awal sebelum studi maka setelah lulus anda sudah punya pengalaman kerja selama 3 tahun. Sekali mendayung dua, tiga pulau terlampaui, sudah punya pengalam 3 tahun + gelar M.T, M.Si, M.M, atau yang lainnya, wahh….wahhh menang banyak bandar kalau dihitung-hitung kan. Dengan pengalaman kerja yang cukup lama dan gelar S2 setidaknya jika anda berniat untuk mencari tantangan baru di dunia kerja maka itu akan sangat membantu sekali. Beberapa perusahaan asing di Indonesia juga menetapkan kualifikasi tinggi untuk posisi-posisi tertentu, bisa jadi itu patut anda pertimbangkan.

Hemat Usia

Setiap orang punya prinsip masing-masing untuk urusan pendidikan. Bekerja keras dulu agak 2-3 tahun setelah dirasa tabungannya cukup kemudian baru melanjutkan studi mungkin bisa jadi opsional, namun kalau bisa kerja sambil kuliah why not yakk. Masalahnya dihitung pakai  jari tangan dan kaki kok sudah gak cukup ni umur kita tahun ini, mesti antisipasi ni biar bisa hemat usia dengan kerja sambil kuliah. Bener sih ada yang bilang belajar tidak mengenal usia dan waktu tapi, alangkah senangnya kalau bisa menyandang gelar S2 semuda mungkin biar masa bakti dan produktivitas kita di dunia kerja cukup lama. Semakin tua saya rasa juga daya tangkap semakin menurun, semangat memang masih 45, tetapi kadang usia juga gak bisa bohong. Jadi kendala-kendala semacam ini bisa dicarikan solusi dengan kerja sambil kuliah, jika dirasa memang perlu dan siap.

Setinggi-tingginya gelar yang kita dapatkan pada akhirnya juga akan sangat bermanfaat dan berguna jika diaplikasikan di dunia kerja. Kerja juga bisa apa saja kan yang penting punya value buat diri sendiri dan orang lain. Maka dari itu mau kuliah full time atau kerja sambil kuliah kembali lagi pada motivasi dan tujuan hidup anda kedepan.

Jakarta, 5 Mei 2016

Berkah Dalem 🙂

Kenapa Harus Lembur ???

“Lembur” adalah satu kata yang bisa menunjukkan status sosial suatu individu. Setidaknya dengan berkata “saya sedang lembur” bisa ditangkap bahwa orang ini punya kesibukan yang padat atau pekerjaan yang cukup strategis untuk dijadikan calon pasangan..hahahahha. Kerja overtime adalah hal menyiksa bagi sebagian karyawan namun disisi lain bisa mendatangkan rezeki lebih. Berikut saya paparkan dari beberpa sumber yang telah saya himpun mengapa harus kerja lembur.

  1. Project dikejar deadline

Hari ini lembur, besok lembur, lahh lahh besoknya kok masih harus lembur lagi, bisa didaulat jadi pemeran utama serial  ” Man Of The Overtime” nih. Untuk alasan yang satu ini kerja lembur memang tidak bisa ditunda-tunda karena sudah bagian dari tanggung jawab dan sifatnya memang mendesak. Kerja kerja, kerja, layaknya slogan kabinet Pak Jokowi saat ini wajib dilakukan pada sesi ini, bisa jadi dalam fase ini rasanya kok 1×24 jam masih kurang yaaa, mau lapor juga bingung sama siapa, padahal yang belum disentuh masih seabrek. Mau istirahat ingat kerjaan, mau makan ingat kerjaan, kemana-mana ingat kerjaan ohhhh kok lebih deg-deg an ya ketemu bos waktu kerjaan deadline timbang ketemu mantan…ckckckckck.

  1. Bulan depan banyak kebutuhan

Mungkin ada beberapa karyawan yang lembur kerja untuk menambah pemasukan bulan depan. Setelah dihitung-hitung, mau beli gadget baru, tv, mesin cuci strika, jalan-jalan kesana kesini….lohhh kok kurang kayaknya ya, bisa celaka nih rasa-rasanya kalau gak keturutan. Merasa pemasukan bulanan tidak cukup untuk menunjang pengeluaran yang sifatnya barang kali tidak terlalu mendesak maka disiasatilah dengan pulang lebih lama dari biasanya. Karyawan memang selalu punya inisiatif lebih kalau sedang kepepet…zzzzz. Sebenarnya hal seperti ini tidak bisa dibenarkan karena memang akan menambah tanggungan perusahan.

  1. Pencitraan

Gak ada kerjaan yang mendesak tapi pulang larut malam terus, apalagi ada kerjaan bisa-bisa gak pernah pulang yak..hahahaha. Bisa jadi kerja lembur bukan karna ingin menyelesaikan kerjaan yang terbengkalai namun disisi lain mungkin untuk menarik simpati atasan. Bos pulang malam kalau bisa ya saya lebih malam lah, kalau gak pulang-pulang juga ya terpaksa saya yang pamit pulang duluan hahahaha. Disatu sisi mungkin ini baik buat menaikkan rating dihadapan atasan, namun disisi lain juga mungkin akan menjadikan pergunjingan bagi sesama rekan kerja. Saya rasa prestasi kita bisa ditunjukkan dengan kinerja dan atasan akan tahu yang memang sedang bekerja atau sedang bersandiwara.

  1. Datang terlambat

Sebelum tidur sudah komitmen pasang alarm jam 05.00, okee alarm berhenti tidur lagi, bangun sudah jam 08.30. Setiap hari kerja seperti itu, dengan datang terlambat tentu saja akan ada potongan baik itu uang transport atau yang lainya. Otak engineer memang kadang bekerja lebih cerdas dari biasanya, apalagi soal mengefesienkan peluang dan keadaan. Datang sudah terlambat nihh, yahh dari pada tekor kan mending lembur aja deh, lumayan buat nutup potangan akibat terlambat. Bisa-bisa malah lebih besar lemburan ketimbang potongan, namun alangkah lebih baiknya tidak terlambat dan bisa lembur.

  1. Nunggu jam macet

Hidup di Jakarta yang serba padet terutama untuk kendaraan bermotor bisa jadi alasan untuk menunda jam pulang. Sudah kerja capek, belum lagi pulang di jalan macet wahh..wahh jadi doubel lelahnya. Kepadatan jam pulang kantor bisa ditandai mulai jam 17.00-19.00, mungkin tidak berlaku sama untuk setaip wilayah. Berkaca dari situ bisa disetting mungkin dengan pulang jam 20.00. Pulang lebih lama bisa jadi keuntungan tersendiri, gimana tidak untung, sudah dapat lemburan, jalan mulai normal, sampai tujuan tepat waktu, dan bisa langsung istirahat. Tentu saja hal ini jangan diterapkan untuk yang rumahnya terlalu dekat atau terlalu jauh. Bisa-bisa yang terlalu jauh gak dapat angkutan lagi dan  lahhhh gak jadi pulang.

  1. Malas pulang cepat

Lagi banyak masalah dirumah nihh, mau melangkahkan kaki buat kembali kok berat banget rasanya, kayaknya dah betah banget di kantor dan rasanya dah kayak second home. Padahal niatnya mau tidur di kantor tapi kok gak disediain kasur zzzzz.Lihat cucian menumpuk di rumah, tinggal sendirian gak ada hiburan makin memperkeruh suasana lah. Alasan seperti ini sebenarnya jarang sekali saya alami, bahkan tidak pernah, karena sebisa mungkin buat saya datang sepagi mungkin dan pulang secepat mungkin. Namun ada beberapa sumber yang mengalami hal ini.

  1. Nyicil kerjaan

Akhir bulan mau cuti jalan-jalan tapi kok firasatnya bulan depat bakal dikejar-kejar owner nih buat progress project. Dari pada keburu-buru mending pelan tapi pasti kerjakan hal-hal yang mendasar terlebih dahulu, ntar detail yang sifanya komplementer bisa mendadak aja deh kalau memang dibutuhkan. Lupakan sejenak waktu buat nonton, shopping, dan yang lainya buat nyicil kerjaan, lumayan kan biar gak terlalu over pressure pas lagi padet-padetnya kerjaan. Lagian dengan tidak terburu-buru setidaknya dapat mengurangi risiko kemungkinan terbesar dari  human eror.

  1. Jabatan

Setiap petinggi yang memegang amanah penting dalam perusahaan pasti punya kebiasaan masing-masing untuk urusan waktu kerja. Dalam dunia konstruksi terutama untuk perusahaan konsultan struktur seperti tempat saya bekerja saat ini rata-rata hampir setiap hari yang punya jabatan penting jarang sekali pulang cepat. Mulai dari manager sampai direktur utamapun selalu pulang lebih malam ketimbang engineer pada umumnya. Tanggung jawab yang besar, jumlah proyek yang lebih banyak, harus mengoreksi kembali kerja engineeer, dan urusan relasi yang harus deselasikan secepatnya membuat jabatan menjadi salah satu hal yang membuat petinggi perusahaan harus kerja overtime.

    9. PDKT teman sekantor

Angin segar muncul ketika muncul desas-desus bakal ada anak baru nihh. Baru sebulan masuk tapi dah dikasih kepercayaan lebih, jadilah sitarget sering lembur dan pulang lebih malam. Tak ingin membuang kesempatan dan berniat menguji peruntungan akhirnya diputuskanlah maju secara independen untuk mendekati doi. Gak ada kerjaanpun dibela-belain lembur hanya untuk obrolan yang sepatah dua patah kata dan mungkin sangat tidak membantu untuk jalan kedepannya. Selang waktu tak begitu lama datanglah badai terdengar kabar bahwa si doi akan segera menikah dalam waktu dekat, sia-sia deh lemburnya…hahahahha.

Dari alasan- alasan di atas mungkin salah satunya yang pernah atau sering anda lakukan, namun menurut hemat saya selagi bisa kerja efektif sesuai jam kerja pulanglah tepat waktu. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan agar tidak terjebak dan tidak terlalu terpaku pada rutinitas kerja.

Jakarta, 17 April 2016

Berkah Dalem 🙂

 

Mengurus SKBS, SKBN,dan SKB-TBC di RSUD Tarakan

MCU
Ilustrasi Medical Check Up

Setelah mencari-cari info rumah sakit pemerintah yang terdekat dengan tempat tinggal saya sekarang, akhirnya saya putuskan untuk melakukan medical check up di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan yang lokasinya berada di Jakarta Pusat. Awalnya saya berencana akan ke Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, namun karena beberapa review yang menuliskan biaya untuk pengurusan Surat Keterangan Berbadan Sehat, Surat Keterangan Bebas Narkoba, dan Surat Keterangan Bebas TBC cukup mahal saya berfikir untuk ke rumah sakit umum daerah saja. Asumsi saya rumah sakit umum pusat lebih mahal dari pada rumah sakit umum daerah.

Hari senin pagi saya berangkat dari Kebon Jeruk dengan menggunakan ojek online menuju RS. Tarakan. Untuk akses kesana juga terhitung mudah karena ada halte Trans Jakarta yang persis di depan RS tersebut. Pukul 7.30 WIB sampai disana kemudian setelah bertanya kepada petugas saya diarahkan ke Poli Cendana yang letaknya di bagian belakang. Dari bagian depan naik ke lantai 2 kemudian melewati sky bridge ke gedung belakang kemudian naik lagi ke lantai 3. Karena saya tergolong pasien baru maka saya harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Petugas meminta KTP untuk pendataan identitas lalu kemudian diberi kartu pasien.

Setelah diberi kartu saya kemudian diarahkan kebagian MCU yang ada didekat bagian pendaftaran. Disana ada seorang ibu-ibu/suster yang cukup ramah dan sangat membantu saya sampai selesai. Dibagian MCU saya didata lagi dengan mengisi beberapa form salah satunya mengenai riwayat kesehatan dan ditanyakan untuk keperluan apa medical check upnya. Dalam hal ini surat-surat yang saya butuhkan di atas rencananya untuk digunakan sebagai syarat pendaftaran Beasiswa LPDP. Surat keterangan bebas TBC merupakan syarat untuk pendaftaran yang akan ke luar negeri. Setelah selesai pengisian form lalu saya di arahkan ke kasir untuk melakukan pembayaran. Untuk ketiga tes tersebut dikenakan biaya keseluruhan Rp. 522.000,00. Biaya yang cukup mahal untuk ukuran anak kos seperti saya ini.

Ternyata biaya untuk ketiga tes di atas gak jauh beda dengan di RSUP Fatmawati. Untuk SKB – TBC sebenarnya termasuk pemeriksaan paket luar negeri, namun karena tujuannya untuk beasiswa maka dari ketiga MCU di atas tidak terlalu mendetail. Biaya untuk full MCU tentu saja akan jauh lebih mahal. Urusan bayar membayar kelar kemudian saya kembali ke MCU diukur tensi, tinggi, berat, dan kemudian diperiksa oleh dokter disana. Next steps yaitu ke ruang sebelahnya untuk pengambilan sampel darah dan urin untuk pemeriksaan bebas narkoba.

Surat rujukan sudah dibuat kemudian saya kembali ke gedung depan di lantai dasar bagian radiologi untuk ronsen paru-paru yang akan digunakan sebagai indikator bebas TBC. Sewaktu ronsen saya diwajibkan untuk tidak memakai baju dan diisyratkan untuk memeluk alat yang ada di depan saya, wahhhh berasa banget deh jonesnya…zzzz. Pengurusan surat-surat tersebut tidak bisa selesai dalam sehari karena harus menunggu hasil  dan pengujian sampel darah dan urin. Oleh karena itu saya harus kembali lagi besoknya dan tentu saja harus bolos kerja. Habis dehh gaji bulan ini dipotong, ckckckckck.

Hari Ke  – 2

Hari ini saya dijadwalkan untuk pemeriksaan di Poli Paru di gedung depan. Setelah mendapatkan surat rujukan dari MCU kemudian meluncur kesana dengan hasil ronsen kemaren. Sudah datang pagi ternyata harus menunggu dokternya karena belum datang. Sebenarnya sudah daftar duluan tapi dokternya memprioritaskan yang sakit terlebih dahulu. Maka jadilah saya yang ada dipaling akhir sesi sebelum makan siang dan Poli tutup. Tenyata gak lama di Poli Paru cuma di lihat hasil ronsennya kemudian ditanya mau ambil beasiswa kemana, sudah kerja apa belom, dan pertanyaan seputar hidup dan tujuan saya. Keadaan di Poli Paru saya rasa lebih berwarna yaa karena ada beberapa koas dokter yang bening-bening jadi agak terobati lah masa penantiannya..hehehhee.

Kembali ke bagian MCU dengan hasil dari Poli paru lalu susternya menyuruhku makan siang terlebih dahulu karena tahu capek bolak-balek dari pagi. Mumpung di daerah Cideng sekalian lah ngajak makan siang Yati dan Monica yang kebetulan kerja di daerah sana. Bisa sambil cerita-cerita sambil makan di kantin rumah sakit lahhh. Jam 13.00 WIB kembali ke atas untuk mengambil hasilnya  dan puji tuhan ternyata semuanya normal dan yang terpenting saya bisa melangkah untuk melengkapi beberapa persyartan selanjutnya.

Semoga ini bisa menjadi bagian dari kisah kedepan saya. Dan buat teman-teman yang berencana akan membuat surat-surat di atas datanglah sepagi mungkin untuk menghidari antrian karena rumah sakit umum pemerintah selalu ramai. Selamat berjuang dan semoga kalian selalu sehat.

Jakarta, 9 Maret 2016

Berkah Dalem 🙂

Sekilas Tentang “Structural Engineer”

cctv
CCTV Headquarters

Ada banyak sekali profesi di dunia ini lalu mengapa saya melabuhkan hati pada profesi ini??. Tentunya bukan suatu kebetulan karena setiap pekerjaan membutuhkan individu yang mampu mengcover apa yang perusahaan perlukan. Sebagai lulusan teknik sipil sebenarnya bisa terjun ke dalam berbagai bidang, namun yang paling umum jelas sekali adalah bidang konstruksi. Karena tidak menutup kemungkinan untuk bekerja dimanapun, menurut pengamatan saya jarang sekali lulusan teknik sipil menganggur, terlebih-lebih lulusan dari universitas yang punya reputasi baik. Kecuali buat mereka yang sangat selektif pada suatu pekerjaan, ya wajar lah kita juga perlu bersikap idealis *jika memungkinkan

Ketika ditanya oleh keluarga, teman, atau kenalan tentang pekerjaan saya saat ini saya akan lebih senang mengutarakan jika saya adalah seorang “structural engineer” kelihatan lebih keren kan?? Ya karena memang itu lebih mantab dari pada saat menyebut diri saya konsultan perencana, sebenarnya sama saja cuma istilah asing lebih enak didengar. Tak jarang orang akan salah terka mengenai profesi saya, mereka selalu menduga bahwa saya adalah: arsitek?? kontraktor??, dengan nada sabar saya hanya bisa menjawab BUKANnnn!!!, Jadi begini loh pak, buk, dik, ses, broh structural engineer itu adalah bla…blaa..blaa.

Structural engineer sebenarnya adalah orang-orang dibalik layar yang memastikan bahwa suatu struktur benar-benar aman untuk dilanjutkan ketahap konstruksi. Bukan pekerjan mudah tentunya karena untuk membuat suatu bangunan siap dikerjakan dilapangan butuh engineer yang mumpuni, teliti dan bekerja dengan penuh dedikasi. Perusahaan jasa konsultan struktur dimana sang structural engineer bernaung juga ikut mempertaruhkan kredibiltasnya, maka dari itu kadang perusahaan konsultan struktur masih menyewa jasa praktisi profesional yang mengoreksi hasil desain hitungan dari konsultan struktur.

Apa yang structural engineer kerjakan di dalam suatu perusahaan sebenarnya hampir sama dengan materi yang didapatkan pada saat kuliah, bedanya sekarang harus diterapkan pada suatu objek yang real dan yang jelas lebih kompleks dari segi desain, tinggi, dan fungsi bangunan. Semakin kompleks suatu bangunan maka akan menjadi daya tarik tersendiri. Tantangan tersebutlah yang justru dapat memotivasi para engineer untuk memutar otak dalam menyelesaikan setiap perkara yang dihadapi. Pendimensian balok, kolom, wall, slab, pile cap dan juga penulangannya adalah yang biasa digarap, namun jauh diluar itu masih banyak yang harus di urus karena pekerjaan struktur tentunya dari bawah sampai atas, dari pondasi sampai atap.

Keberadaan saya ataupun kita sebagai structure engineer saat ini semakin dimudahkan dengan bantuan sofware 3D untuk memodelkan sebuah struktur secara total maupun parsial, dengan demikian pekerjaan akan lebih cepat. Output dari sofware tersebut juga dapat digunakan untuk mengecek keamanan maupun tulangan yang dipelukan oleh komponen struktur, namun ingat bahwa No computer program can replace the engineering judgment of experienced  engineer. It is well said that an incapable engineer cannot do with a ton of computer output what a good engineer can do on the back of  an envelope, sepenggal sajak teknik yang pernah saya baca dari salah satu buku.

Regulasi tentang perencanaan bangunan juga selalu diupdate dalam jangka beberapa tahun sekali begitu juga dengan sofware dan teknologi konstruksi yang terus berkembang,  maka dari itu para engineer harus selalu belajar hal-hal baru untuk menambah wawasan mengenai code-code terbaru dan cara penggunaan sofware dengan benar. Perubahan sering kali menimbulkan kebingungan, yaa wajarlah lah ya namanya juga barang baru kalau sering dipakai pasti juga akan terbiasa. Mengapa kita mesti terus belajar??, karena tidak menutup kemungkinan jika para structural engineer akan cenderung menjadi follower atau mesin hitung jika saja masih cuek terhadap perubahan dan selalu menunggu draf yang engineer lain ciptakan.

Para structural engineer akan lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer, jadi bagi anda yang tidak betah duduk berlama-lama saya sarankan untuk mencari-cari apa profesi yang lebih sesuai dengan anda. Saya sendiri sebenarnya juga tidak betah untuk memandangi layar monitor dengan durasi cukup lama, namun saya tertantang untuk mempelajari ilmu perencanaan dari perusahaan jasa konsultan dari situ saya mulai terbiasa dan mengubah sudut pandang saya bahwa ini yang saya cari.

          Lalu bagaimana dengan pendapatan seorang ahli struktur ini? 

Saya menyebutnya ahli struktur karena yaaa memang bisa dibilang structural engineer cukup piawai dibidangnya, sebuah desain komponen struktur bisa terwujud berkat tangan-tangan mereka, salah banyaknya seperti itu. Jika dihitung-hitung sebenarnya pendapatan seorang structural engineer untuk ukuran fresh graduate tidak rendah juga tidak terlalu tinggi istilah Fifth Harmony yaaaa worth it lahhhMenurut penerawangan saya pendapatan seorang structural engineer baru gak akan jauh berbeda dengan teman-teman yang bekerja di kontraktor maupun developer, tapiiii jangan dibandingkan dengan konsultan, kontraktor, ataupun developer asing, sudah jelas gak sebanding.

Di luar semua yang ada di atas yang paling terpenting adalah dimanapun kita bekerja dan apapun profesi kita lakukanlah dengan kesinergian tangan, hati , dan otakmu. Structural engineer bukanlah profesi yang sangat difavoritkan, namun yang perlu anda ketahui profesi ini cukup menjanjikan. Tapi ingattttt…..jangan menjanjikan sesuatu yang tidak bisa anda tepati…zzzzzzzzz.*Abaikan kalimat terakhir.

Jakarta, 13 September 2015

Berkah Dalem 🙂

KKN 64 UAJY ” Sanglor II Terlatih Patah Hati”

12988173_1320074094675456_954118966_n
Image by: Elfreda Ruth Dwi Simbolon

Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)

Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)

Terluka itu pasti, tapi aku tetap bernyanyi.

Ada yang gak tau penggalan lirik lagu yang menyayat hati di atas??? hahahah,…Rasanya mayoritas semua tau ya, karena hampir sangat mustahil manusia biasa seperti kita tidak pernah patah hati. Lagu ini cukup hits dipenghujung tahun 2013-an. Liriknya yang sederhana dan musik yang easy listening ngenak banget deh pokoknya….(*gue buangett..gue buaangett itu zzzzzz). Akan tetapi to be honest ini bukan cerita melow tentang patah hati. Ini adalah pengalamanku menjalani masa KKN, tepatnya KKN 64 UAJY Padukuhan Sanglor 2, Desa Giri Suko, Panggang, Gunung Kidul. Perkampungan kecil dengan penduduk yang ramah di barisan selatan jogja yang ditumbuhi banyak sekali pohon jati. Dua tahun sudah hampir berlalu, dengan alasan sibuk baru sekarang deh sempat nulis cerita ini. Flashback lah buat ngenang masa-masa sebelum intim dengan skripsi.

Ada yang menganggap KKN sebagai liburan yang menyenangkan??, atau ada yang menganggap KKN sebagai mimpi buruk??. Yapp… semua tergantung bagaimana masing-masing individu menjalaninya. Pada dasarnya KKN (Kuliah Kerja Nyata) gak jauh beda dengan pindah tempat tidur, bedanya kita membawa misi khusus buat membantu masyarakat mengentaskan atau lebih simplenya menggali potensi yang ada dari suatu daerah yang bisa dikatakan agak tertinggal. Bagi saya dan barangkali teman-teman satu kelompok saya KKN 64 UAJY Pedukuhan Sanglor II bisa dikategorikan ke dalam ” Unforgettable Momen “. Begitu banyak kenangan yang menyenangkan ataupun jauh dari kata itu ada dalam kelompok ini. Disini saya menemukan orang-orang hebat yang mempunyai kepribadian unik dan itu merupakan anugrah terindah yang pernah kumiliki…ihaaaaaa.

Setuju atau tidak masa-masa persiapan sebelum KKN adalah masa yang paling membosankan,,, kecuali buat yang merasa punya ketertarikan sesama anggota kelompok *colek yang merasa…hahahahha. Bangun pagi tiap sabtu untuk coaching, nyiapin program kerja, tinjauan lokasi, ketemu ADPL buat bahas progres…wahhhh agenda ini yang paling ingin aku hindari. Kekompakan dan komunikasi sebenarnya sudah mulai diuji disini, konflik kecil, salah paham, beda pandangan aku rasa hal yang wajar lah ya secara rambut sama hitam tapi isi kepala kan beda-beda. Beruntungnya dalam kelompok ini punya sosok yang sangat dewasa dalam segi kebijakan maupun umur *Tua lah kata lainya…ckckkckc yang bisa menjadi penengah dan pelita dalam kegelapan..hahahah. Jauh setelah KKN berakhir ternyata masa pengayaan ini aku rasa perlu juga supaya kita tau satu sama lain sebelum hidup bersama.

Episode masa penerjunan merupakan hal yang paling dinanti, karena dengan dimulai setidaknya kita sudah punya kepastian kapan itu akan diakhirisadizzzz. Sebulan tinggal bersama dilokasi KKN memupuk rasa kebersamaan diantara kami, dari yang awalnya malu-malu jadi lebih ekspresif baik menyampaikan pendapat maupun sikap. Meskipun aroma keharmonisan belum begitu tampak tapi harapan itu pasti selalu ada..jiahhh. Menurut pengamatan saya masa pra KKN kelompok Sanglord 2 jauh dari kata istimewa. Ada yang hal unik yang bisa dicermati dari susunan tempat duduk selama masa coaching karena ini nyaris tidak pernah berubah sekalipun panitia menyarankan supaya ada rotasi. Begini komposisi duduk kelompok KKN 64 UAJY Padukuhan Sanglor 2 yang terdiri dari 9 anggota, 4 laki-laki dan 5 perempuan.

  • Freda selalu duduk disamping Putri
  • Yohana ada diurutan keempat dari posisi paling kiri.
  • Kak sigap duduk dikursi paling kanan setelah
  • Siska berjarak dua kursi setelah Puguh.
  • Kak ardi hampir selalu ada disamping Kak Sigap dan Angel.
  • Puguh hampir selalu duduk disamping Aan dan ada dikursi paling kiri

Pertanyaannya adalah: Siapakah nama anak Pak Seto dan Pak Carik?? wesss jannnn dah kayak soal psikotes SNMPTN yak…zzzzz.

Fakta menarik yang dapat dilihat tidak jarang malah kelompok yang membaur dengan baik diawal justru terpecah karena komunikasi yang kurang lancar saat penerjunan. Beruntungnya ini tidak terjadi pada kelompok kami, sempat terjadi bersitenggang diantara kami tapi itu bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Setiap permasalahan  selalu dibicarakan bersama dan yang terpenting adalah kita  harus bisa memberikan kritik beserta solusi.  Begitupun solusi yang diberikan Kak Ardi, kritiknya renyah dan disukai ibu-ibu PKK….hahaha. Periode pertengahan sampai akhir KKN merupakan masa yang  paling menyenangkan saya rasa, karna sudah menemukan ritme dan tau enaknya dimana. Bagaimana tidak enak, makanan tersaji tidak pernah telat, tidur malam bangun yaaa sesuai kebutuhan asalkan program kerja lancar, jaringan signal 3G, kolam renang 1x2x1 m dari sumber mata air pilihan, spring bed empuk, home teater dengan suara nyaring, dan masih banyak lagi fasilitas penunjang. Beruntung sekali sebenarnya kami dapat tinggal yang jauh dari kata tidak layak dan Ibu Marsiyem (kalau gak salah) yang begitu sabar memasakkan makanan untuk kami dengan menu oseng-oseng sebagai sajian khas andalanya.

“ Lama tak kudengar tentangnya yang paling dalam tancapkan luka, satu hal aku tau terkadang dia juga rindu.

Titik beratkan pada kata rindunya bukan lukanya ya…wkwkwkk.  Setelah masa KKN berlalu kami masih sempat melakukan pertemuan yaa hanya untuk sekedar nongkrong menjalin tali silahturahmi, namun setelah beberapa lulus dan memutuskan untuk kembali ketempat asal sudah sangat susah sepertinya mengumpulkan formasi penuh ini ditambah lagi dengan kesibukan yang sudah dijalani. Lebaran 2015 saya masih sempat bertemu dengan beberapa anggota dan saya rasa mereka tidak pernah berubah. Ada yang bilang bahwa “People never change, they just show true color”  tetapi warna mereka masih saja secerah waktu awal kujumpai mereka. Sudah sejauh ini menulis rasanya gak afdol kalau gak membahas masing-masing karakter hebat yang telah aku jumpai. Berikut adalah yang aku tahu tentang mereka setidaknya berdasarkan sudut pandangku.

            Anlekar Sigap (Teknik Informatika)

Ngapunten kak sigap, saya mesti dahulukan yang lebih senior hehehe. Apa lagi yang mesti kusanksikan dengan sosok ini?, semua kelebihan ada padanya, lebih senior, lebih berat, lebih bijaksana dan banyak lagi deh kelebihanya. Ketua unit C ini sangat piawai dalam bernegosiasi dan menjalin pertemanan dengan orang baru, mau cewe/cowo, tua/muda sikat dehhhhh. Pribadi yang supel dan sederhana, humoris dan gak mudah marah tentunya. Jujur aku sebenarnya agak terganggu dengan cerita-cerita horornya setiap tengah malam, jadi susah tidur setelah didongengkan sama bapak satu ini.  Suasana rumah yang dipenuhi baju-baju pengantin makin lengkap deh imaginasi ceritanya. Kelak suatu hari saat berjumpa dengan sosok ini aku tidak berharap beliau menjadi ahli informatika, saya lebih condong dia menjadi seorang kepala daerah dimana dia berasal….ckckkc *Maksa. See you on the top Anlekar Sigop.

Yohana Silvia (Akuntansi)

Annyeong haseong buk??. Yohana adalah salah salah satu penggila all about Korea dikelompok kami. Setiap orang memang punya selera masing-masing baik music, style, idola dan sebagainya dan itu memang memberi warna tersendiri bagi kelompok ini. Bagi saya Yohana adalah gadis yang disiplin, berkemauan kuat, defensif, pintar , dan berpendirian teguh. Gadis belia ini punya jaringan yang sangat luas  di seluruh negara lewat sosial media and akun chatting, maka tidak aneh jika ia mengusai banyak bahasa. Kembali ke tanah asal juga menjadi pilihan yohana untuk melanjutkan kiprahnya setelah lulus. Tak banyak yang saya inginkan, semoga suatu saat bisa melihatmu jadi Akuntan-Akuntan profesional buk.

Angelina Widya (Hukum)

Sesekali diam namun menyimpan banyak rahasia sepertinya…semacam secret garden gitu…*hubungan ne wuopooo….wkwkwk. Aku sendiri mulai akrab dengan ibu ini setelah masa penerjunan karena aku tidak terlalu jago berdiplomasi. Pandai memilih topik obrolan, sangat keibuan, pandai menggiring opini, mendakwa , dan memutuskan perkara..zzzzzz. Menjadi pendengar yang baik agaknya jadi rutinitas yang pasti selama masa KKN buatku terutama curcol anak satu ini. Angel adalah pribadi yang menyenangkan, sopan, ramah, gaul ya buk, pintar, dan bijak menentukan pilihan. Sepertinya Angel ingin meneruskan kiprah ayahandanya dalam dunia hukum. Semoga kelak bisa melihatmu nak jadi orang besar dan tetaplah berjalan dijalur hukum.

Yustinus Ardi (Menejemen)

Sengaja aku bahas berurutan ya kak, karena ada pepatah kuno bilang semua indah pada masanya,,,,cieeilahhh…*colek yang di atas. Bisa dibilang kak Ardy adalah bintangnya untuk kelompok ini, terutama bagi bagi gadis-gadis yang mulai menginjak remaja. Wajah rupawan tinggi semapai cukup jadi magnet tersendiri untuk menaklukkan wanita kelompok kami. Kak Ardy menurutku sangat pandai bergaul dengan orang baru, ramah, cepat bertindak, terlihat cukup religius akhir-akhir ini dan punya sifat yang bijaksana dalam menyikapi masalah. Setelah lulus sepertinya beliau masih tetap stay di New Orleans untuk membuka bisnis disana. Menjadi Interpreneur sukses adalah harapanku buatmu Pak. Terima kasih pinjaman selimutnya selama KKN…hehehehe

Fransiska (Akuntansi)

Siska adalah gadis belia yang sangat cekatan saya rasa. Untuk sekali kerja saja empat sampai lima pulau bisa terlampaui..hehhehe. Dalam hal mengetik serahkan pada Siska, dengan bantuan 2 keyboard dijamin selesai sebelum waktunya….*Piss Siska…ckckckkc. Wanita asal Riau ini adalah yang paling sering membantuku dalam mengentaskan pekerjaan rumah. Cuci piring, nyapu, ngepel semua lebih ringan karena campur tangan Siska. Banyak hal positif yang bisa aku ambil dari Siska diantaranya adalah On time, Teliti, Serius, Terencana, Ramah, Enak diajak ngobrol, etc. Setelah lulus Ia memutuskan untuk kembali ke kota asalnya dan bekerja disana. Memajukan daerah asal mungkin menjadi salah satu prioritasnya kedepan. Harapanku bisa melihat Siksa sukses dengan bekal Ilmu yang pernah ia pelajari dari UAJY.

Puguh Ari Wijayanto (Hukum)

Lebih cocok disebut petner in crime kayaknya sosok ini. Anak hukum yang sekarang sedang melanjutkan studi S2 di UII ini adalah ketua kelompok kami. Punya Visi jelas buat dunia pendidikan dan motivasi buat membenahi hukum di negeri ini *agak gak yakin haahha. Selama KKN selalu menghibur anak-anak Sanglor 2 dengan Joke-joke yang ngawur dan semau dia lah,, tapi untungnya mereka semua terhibur. Pengagum rahasia anak Pak Carik dan pecandu Luak White Coffie ini bisa jadi satgas pemburu nyamuk dengan parfum foggingnya. Kelak suatu saat saya pengen mendengar bahwa sosok ini menjadi pengacara handal dan selalu membela aspirasi kaum lemah sesuai dengan slogan andalannya “Satu kata LAWAN”.

Freda Ruth Dwi Simbolon (Komunikasi)

Memang gak ada Freda emang gak rame sepertinya. Butet satu ini emang yang paling ceria dalam kelompok ini. Kenakalan Masha melekat erat pada karakternya, ada saja kelakuanya yang bisa mencairkan suasana. Kak Sigap menjadi objek vital dalam setiap kejahilan anak ini, namun Kak sigap juga menikmati setiap momen dari apa yang dilemparkan Freda. Mood yang naik turun jadi ciri khas Freda, apalagi kalau sedang lapar tolong jangan diganggu, bakal panjang deh urusannya..hehehhe. Satu hal yang aku ingat tentang Freda adalah perdebatan tentang Makan sebelum Mandi atau Makan setelah mandi karena kami cukup bertentangan soal ini..ckckckck. Freda dimataku adalah sosok yang santai, semangat, kreatif, humoris, dan ceria. Terakhir aku dengar Freda tertangkap kamera di sebuah televisi berkelas di Indonesia. Semoga kelak gadis ini bisa disandingkan dengan jurnalis-jurnalis Kawakan  di seantero negeri.

Maria Putri Adiningsih (Teknik Arsitektur)

Berhubung kampus kita dekat, diterkhirkan gak papa ya put…zzzzzz. Walau bertetangga jujur aku jarang sekali lihat wanita satu ini di kampus 2. Lihat aja jarang apalagi kenal ya, jauh dari kata itu lah pastinya. Secara harfiah profesi kami adalah yang paling punya keterkaitan satu sama lain, jadi kalau untuk urusan obrolan saya rasa lebih mudah menenetukan topik dengan Putri. Dimataku putri ini sosok fighter yaa, mungkin sudah terbiasa dengan didikan anak teknik yang mengerjakan sesuatu mepet-mepet deadline jadi melihat putri cekatan ternyata woww juga lah pokok ee. Gaya pakaian yang simple ala rock and roll kali yaa, ramah, senyum menawan, mudah bercanda, sederhana, apalagi yaaa banyak deh pokok eee. Semoga suatu hari nanti pasti kan bercahya lahhh….(* bukan pintu akan dibuka tapi yaa).Melihat mu jadi arsitek top Indonesia dengan karya-karya besar adalah harapanku Put.

Jakarta, 9 Agustus 2015

Berkah Dalem 🙂

PAPs UGM ( 27 November 2014)

2015-01-06-22-11-12

Ini jadi tulisan ane yang pertama setelah laptop ane yang hilang digondol maling jon. Minggu terakhir di Jogja malah jadi minggu sial buat ane, pulang interview dari Jakarta kamar dibobol maling,…. tapi ya sudahlah ikhlaskan saja. Gak usah dibahas lah yaa tentang laptop ane,…oke kali ini ane akan bahas tetang pengalaman ane ikut tes PAPs UGM yang diselenggarakan oleh pihak Universitas Gadjah Mada, yang dalam hal ini ditangai oleh Fakultas Psikologi UGM. Sebenanya ini bukan tes PAPs ane yang pertama jon, karena ane sebelumnya sudah pernah ikut tes ini gratis dari rekruitment PT. Badak LNG bedanya kali ini ane harus bayar biaya pendaftaran Rp. 125.000,00. Kebanyakan yang ikut tes ini sih buat mendaftar S2 UGM, kalau ane sih gak tau buat apa soalnya kalau ditanya orang ane jawab buat tes kemampuan sejauh mana tingkat kemampuan ane tetang psikotes…wkwkwk.

Sebelum tes yang jelas mesti daftr dulu jon, ntr tiba-tiba nylonong di hari – H, yang ada malah di usir jon. Pendaftran biasa dibuka seminggu sebelum tanggal tes dan biasa tesnya dilakukan pada hari kamis, untuk PAPs ada tiga sesi dalam satu hari dengan peserta yang berbeda pastinya, untuk jadwal dan persyaratan tesnya bisa cek langsung di website fakultas psikologi UGM jon. Sebelum masuk tahap pendaftaran silahkan lakukan pembayaran di bank yang telah ditentukan jon, waktu itu ane langsung datang ke bank BNI kemudian bilang sama tellernya mau bayar PAPs UGM, kalau disekitan Jogja tellernya langsung tau mugkin ditempat lain sama juga kali. Setelah melakukan pembayaran langsung ajar daftr lewat website yang tersedia buat daftr PAPs jonn, selesai daftar online segera cetak kartu tes dan log out. Kartu tes mesti ditemel foto dan ditanda tangani lalu dibelah jadi dua bagian jon.

Hari tes usahan datang pagi jon buat cek tempat, atau kalau mau bisa cek tempat sehari sebelumnya biar gak nyasar. Bawa peralatan tempur lengkap yakkk, pensil 2B, penghapus, peraut, kartu identitas yang masih berlaku dan kartu peserta tes. Karena pernah tes diruangan yang sama jadi ane gak tersesat jon,..pastikan di fakutas psikologi UGM ya jon tesnya. Sebelum tes panitia melakukan pemeriksaan ulang kecocokan identitas masing-masing peserta, baru setelah itu diberi pengarahan dan dibagikan soal. Jam 8 lewat baru dimulai tes, agak molor dikit biasalah. Tes dipandu oleh panitia, jadi dalam mengerjakan soal tidak boleh semau peserta jon, tahap pertama Sub tes verbal, kemudian Sub tes kuantitatif, dan yang terakhir Sub tes penalaran, total soal ada 120 butir. Kalau sudah selesai sub tes pertama peserta tidak diperkenankan membuka sub tes sebelumnya atau sub tes setelahnya jadi focus aja sama sub tes yang sedang berlangsung, berhubung dalam tes ini sangat terbatas waktunya jadi pandai-pandailah mengatur waktu supaya gak keteteran. Tes PAPs tidak menggunakan sistem pengurangan point untuk yang salah jadi sikatttttttt…. aja jon, tapi sebenarnya peserta juga tidak diharuskan menyelesaikan semua soal JIKA YAKIN jawabannya pasti benar.

Selesai tes peserta belom diijinka keluar, karena panitia akan menghitung soal dan lembar jawaban terlebih dahulu. Panitia akan menggembalikan kartu peserta yang sudah distempel, kartu ini digunakan untuk pengambilan sertifikat. Pengumumuman hasil tes biasanya rentan waktu 1-2 minggu, untuk hasil cepatnya bisa di cek diwebsite http://psikologi.ugm.ac.id/arsip.1180/informasi-tes-rutin-potensi-akademik-pascasarjana-paps-fakultas-psikologi-ugm.html. Sertifikat dapat dambil langsung di fakultas psikologi UGM dengan membawa kartu peserta dan identitas diri. Bagi yang tidak dapat mengambil sendiri dapat diwakilkan kepada orang lain dengan syarat:

  1. Surat kuasa yang ditanda tangani di atas materai 6000
  2. Kartu peserta tes
  3. Foto copy identitas diri

Demikian pengalaman ane yang dapat ane share tentang PAPs UGM, semoga bermanfaat buat jon..jon yang mau ikut tes.

Yogyakarta, 30 Desember 2014

Berkah Dalem 🙂

SEPATAH KATA TERUNTUK “JOGJA”

Untuk kalian yang ditinggal pergi setelah lama disini, yang belum sempat dimiliki tapi selalu singgah dimimpi, diperjuangkan dan diusahakan sepenuh hati, lama dinanti tapi tak kunjung menepi, hingga berfikir cukup dengan yang bisa membuat nyaman disisi, didambakan lantas mendamkan, menertawakan ataupun ditertawakan, kecewa atau megecewakan, menasehati sampai dinasehati. Yaaappp sepenggal kisah hidup ane terlalu sangat berkesan dikota ini, hingga esok ane akan pergi untuk menguji peruntungan di ibu kota. Besar harapan ane dapat kembali ke kota ini untuk melajutkan study dan merampungkan salah satu misi ane ndan.

29 November 2014 rasanya sangat istemewa buat ane ndan terlebih buat keluarga ane karena ane orang kedua yang bisa mencapai gelar sarjana dari semua anak ataupun cucu dari nenek ane, hari ini ane SAH!!! Bergelar ST.,demikian para moderator beberapa kali menyebut nama ane, gak banyak sih Cuma terhitung dua kali kayaknya dari pelepasan hingga wisuda. Jatah 4 tahun kuliah S1 kayaknya bener-bener ane gunain sangat efisien dan ekonomis yak yaaa walau sedikit tertinggal dari jones..jones seangkatan ane, TAPI jujur selama ini merekalah yang selama ini selalu support dan menguatkan ane wkwkwkkwk.

Terlalu banyak pihak yang berperan dalam pencapaian awal ini, jika bisa disebutkan satu persatu barang kali kuota jatah di wordpress ini bisa penuh, tanpa mengurangi rasa hormat kiranya akan ane rinci beberapa komponen yang bisa tersematkan dalam ucapan terima kasih ini.

  • Prof., Ir. Yoyong Arfiadi, M. Eng., Ph.D.
  • Seluruh dosen UAJY.
  • TBK SQUAD 2013 ( Jon Boby, Jon Henri, Jon Petrus, Jon Hanavi, Princess Geby, Jon Paul, Jon Sigit).
  • KUSAMER’S ( Nurvita, Frima, Chandra, Geby).
  • CIVILED (Dedymus, Ito, Dodot, Pra Randy, Ayub, Aris, Ibnu, Eta, Chatrin, Naomi, Bintang, Dodi, Iyus, Audi, Dedi atong).
  • KKN 64 Sanglor 2 ( Bang sigap, Puguh, Bang Ardy, Yohana, Freda, Putri, Siska, Angel).
  • Seluruh CIVIL 2010.
  • Civitas UAJY.
  • Seluruh pihak yang tak sempat ane sebutkan satu persatu mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Yang datang memang harus pergi, yaa hukum alam selalu begitu. Semoga kita bisa berjumpa lagi dilain kesempatan. Walau gak ada yang disinggahi ternyata ninggalin jogja mrebes juga jon..halahhh. Walau yang pergi tak harus kembali, tapi dengan sekuat daya ane ingin mewujudkan mimpi lagi dikota ini.

Yogyakarta, 30 November 2014

Berkah Dalam 🙂

PSIKOTES & FET Badak LNG

psikotes kerja
Image Psikotes by:

 

Awalnya gak tau Badak lng ni perusahaan apa, “Wah cupu banget pengetahuan ane memang tentang perusahaan lng di indo”, ya karena memang selama ini ane lebih cenderung melirik kontraktor dan konsultan sesuai basic akademik ane ndan. Berbekal modal nekad ane sama sesepuh JONES Bernad (Bukan nama sebenarnya) sekarang udah di PAMA sama mendan ane curut Frima, pergi nganterin berkas ke kantor ECC UGM, sampai disana ternyata kantornya lagi tutup. What a day!!!, karena kasihan mungkin petugasnya suruh letakin berkasnya dimeja aja, ya sukur deh gak bolak balik.

Sekitar seminggu atau dua minggu setelah pengumpulan berkas kami dihubungi lewat email dan sms bahwa kami lulus administrasi dan berhak melanjutkan ketahap selanjutnya yakni Psikotes dan FET (tes khusus buat teknik) 26 Oktober 2014. Minggu PAGI, dandan RAPI, sarapan ROTI ,langsung cusss ke PSIKOLOGI UGM, ternyata masih sepi ndan yang rame disamping ada Sunday morning, yaa dari pada telat sihh.Jam 08.00 mulai registrasi ulang, baris rapi cek kelengkapan SKL, TRANSKIP,KTP, ok baru masuk dapat cap, kayak mau masuk wahana bermain yakk.

Agak molor kayaknya dari jam yang ditetapkan jam setengah sembilan dah slesai registrasi semua disuruh ambil sarapan diluar baru  masuk presentasi tentang badak lng. Slesai presentasi pesarta dipecah lagi ke ruangan masing-masing baru masuk sesi tes psikotes. Panitia menjelaskan tentang aturan dan yang berkaitan tentang psikotes. Psikotest ini yg biasa digunain buat selsekasi masuk S2 ugm lebih familiar dg PAPs ugm, soalnya kira2 120 soal isinya seperti biasa ada wortel, kacang panjang,, ehhh bukan deng isinya kemampuan verbal, logika, visualisasi spesial dsb,,ya layaknya psikotes pada umumnya yang jelas dengan waktu yang terbatas. Psikotest slesai kira-kira stengah 12, langsung tersedia makan siang, wahhhhh mewah bener ni perusahaan, baru kali ini tes dikasi sarapan and makan. Si Jones nyeletuk “ kalau kayak gini mau gua sering2 tes kerja” Iya tapi kapan lu kerjanya ndan.

Siap makan siang,sholat bagi yg menjalakannnya, cek in lagi, didata lagi sapa tau ada yang kabur kan, langsung lanjut FET. Kali ini FET nya yang hadle dari ITS ndan, sumpah ini FET pertama ane, apa itu FET, kepanjangan FET aja gak tau, manut aja deh duduk, diam, dan kerjakan. Oke soal dibagikan, Penjelasan panitia soal 100 buah waktunya 4 jam kalau gak salah, gak boleh kekamar kecil, sekalipun terpaksa harus didampingi pengawas…..Sangar kan..hahahah. Yappp soal dibuka… JEBRETTTTT…oke FIX..INI APAAN YA??.

Sungguh komposisi soal yang hot lah.

  • Calculus
  • Fisika
  • Kimia
  • Sipil (3 soal barangkali)
  • Informatika

Sebagai anak teknik melupakan calculus, fisika, dan kimia agaknya adalah kesalahan fatal. Sebenernya itu calculus, fisika dan kimia dasar tapi Cuma beberapa soal yg bener2 ane yakin bener, ya entahlah lain kali harus bener2 prepare kalau emang mau tes. Waktu 4 jam gak sampai 2 jam dah finish, karena memang gak tau mau ngapain lagi, sisanya buat latihan gambar, padahal gak ada tes menggambar..wakakaka. Lihat peserta lain juga gak jauh beda ndan ada yang tiduran, si Jones ngitung kancing kayaknya..hahahha.

FET selesai stengah 5-an diperbolehkan pulang, ternyata masih ada snack lagi.Mungkin mereka tau kami lelah. Sampai kos baru buka-buka tentang Badak LNG, wahhhh nyeesel bgt baru tau ternyata ni perusahaan salah satu perusahaan dengan gaji terttinggi di negri ini, dua digit-an lebih lah. Yahhh tunggu aja deh hasilnya gimna..

Seminggu-an buka di web Badak LNG ada pengumuman hasil tes PWWT, yahhh bener saja gak lolos, yang lebih tragisnya dari 90-an teknik sipil yg lolos administrasi Regional Jogja..ya walau ada beberapa yang gak datang tes Cuma 1 yang lolos tahap berikutnya, sisanya diisi dari regional Bandung dan Jkt ada 11. Wahhhh bener gak kira2 ni seleksi sadis and ketat bener.

Oke lain kali lebih prepare aja deh.

“Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih “ (Mat 22:14)

Yogyakarta, 15 November 2014

Berkah Dalem 🙂

KUSAMER’S

Tidak banyak yang tau arti dibalik nama yang kelihatannya keren bila dieja oleh kawanan bangsawan eropa ini,, mimipi-mimpi gila yang belum pasti,belum pernah bahkan terwujud *(barang kali) didengungkan,dikumandangkan oleh pihak yang menyebut dirinya kusamer’s. Kaum kusam yakkkk…demikian kami menyebutnya, bukan gembel yang tak punya tujuan hidup, SEKEDAR filosofi yang menggambarkan bahwa kami memulai semuanya dari bawah.

Berangkat dari daratan bagian utara sumatera berbekal seadanya, bersaing dengan deretan anak-anak yang sudah tersah matang diibu kota jogja bukan perkara mudah BANG!!..jatuh diawal bisa jadi pukulan telak yang harus dihadapi agar bisa survive. Mengenali potensi, mengasah , kemudian bangkit dari dari kawanan kaum kusam mungkin cita-cita mulia ya??? ya idealnya memang begitu.

Belum banyak yang bisa diceritakan karena memang ini tulisan yang dipublish pertama. Mau jadi engineer apa penulis???tentunya jadi engineer yang bisa nulis kayak Wiryanto Dewobroto. Cukup realistis “mungkin” .

Yogyakarta, 4 September 2014

Berkah Dalem 🙂