Trip To Dieng

Dieng

Tulisan ini pertama kali saya post di https://kusamers.blogspot.com/
Seperti pada kesempatan biasanya, berhubung tidak mudik (Mulih Dilik) pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 2019 ini saya menyempatkan untuk mengunjungi kawasan wisata Dieng di Jawa Tengah. Salah satu tempat yang terkenal cukup dingin karena suhu udara disana bisa mencapai titik terendah -5° celcius. Sebenarnya saya berminat kesana juga bukan tanpa alasan. Hal ini dikarenakan adanya fenomena salju beberapa saat lalu yang viral tersebar di dunia maya terutama instagram. Fenomena alam itu juga dikenal dengan Bun Upas. Melihat ada salju didaerah tropis rasanya saya tergiur untuk berburu keberuntungan siapa tau bisa menjumpai embun-embun yang membeku itu.
Saya berangkat dari Jakarta menggunakan moda transportasi bus menuju Terminal Mendolo di Wonosobo. Sebenarnya di Wonosobo terdapat 2 terminal besar selain Mendolo ada terminal Sawangan,namun berdasarkan rekomendasi yang saya baca lebih disyaratkan terminal Mendolo karena lebih dekat. Untuk pemesanan tiket bus sendiri karena tidak mau ribet saya menggunakan Traveloka, termasuk simpel pemesanannya dan bisa pilih kursi dan juga armada bus yang ingin dinaiki. Pahala Kencana menjadi pilihan saya untuk mengantarkan perjalanan saya kali ini. Dengan tiket yang lumayan tinggi pada musim mudik lebaran saya rasa pelayanan yang diberikan cukup memuaskan. Untuk harga tiket sendiri dari Jakarta dibanderol seharga Rp. 262.500,00 sedangkan untuk tiket balik Rp.217.500,00.
Perjalanan dari Jakarta menuju Wonosobo memakan waktu setidaknya 9 jam diwaktu normal. Pada umumnya bis-bis malam akan berangkat pukul 17.00 wib sehingga akan sampai terminal Mendolo kira-kira pukul 02.00 atau 03.00. Bagi yang tidak suka Mbolang disarankan untuk mencari penginapan, namun jika terbiasa ngelayap disediakan tempatan rebahan di terminal tersebut. Di tempat istirahat ini akan banyak dijumpai para pendaki yang akan dan sudah turun dari PRAU. Yang cukup menyenangkan disini ada ibu-ibu penjual makanan yang sangat ramah terhadap pendaki dan mungkin sangat dikenal oleh mereka. Dari Mendolo menuju Dieng saya harus menggunakan bus kecil atau micro dengan ongkos Rp. 25.000,00 dengan waktu tempuh kira-kira 1.5 jam. Kebanyakan micro disini mengangkut para pendaki sehingga tak jarang micro akan berangkat jika keterisian kursi sudah mencukupi.
Sebelum tiba di Dieng ada baiknya untuk mencari penginapan. Berhubung musim liburan tentu akan banyak sekali wisatawan yang ingin memanjakan diri untuk menghirup dingin dan sejuknya udara Dieng. Menimbang harga, view dan fisik bangunan saya memilih Simple Room at Griya Homestay Sikunir yang juga bisa dipesan lewat Traveloka. Untuk harga permalamnya dipenginapan ini Rp.350.000,00. Sangat rekomended karena pelayanan dan kebersihan tempat yang sangat bagus. Saya sarankan jika ingin menginap ditempat ini ambil yang dilantai dua dekat teras karena viewnya sangat keren saat pagi dan sore hari. Ditempat ini kita bebas untuk masak dan buat minuman hangat, mengingat udara dingin yang luar biasa dingin saat malam hari. Saya sendiri cukup menggigil dihari pertama, namun bisa menyesuaikan dihari berikutnya.
D1

View dari Simple Room at Griya Homestay Sikunir

Pada hari pertama setelah sampai saya segera mencari rental motor berhubung saya tidak membawa kendaraan pribadi disana. Harga sewa motor perhari Rp. 100.000,00 sudah termasuk bahan bahar full. Sewanya terbilang cukup mahal jika dibandingkan di Jogja mungkin. Namun karena ini momen libur lebaran mungkin cukup masuk akal. Saya beruntung datang pada saat wisatawan belum terlalu ramai karena pada saat libur Idul Fitri kedua dan ketiga kawasan ini macet cukup parah. Penginapan yang saya tempati terbilang ada ditengah kawasan wisata Dieng, jadi untuk mengunjungi satu tempat ketempat lain tidak terlalu jauh.
Setidaknya saya mengunjungi 4 lokasi wisata yang cukup menarik dan harga tiket yang relatif sangat murah. Sebenarnya untuk mengunjungi kawasan wisata dieng bisa dilakukan dalam satu hari saja, namun karena saya ingin menikmati udara segar yang terbesas dari polusi maka jadi saya memutuskan untuk mengambil 2 malam. Lokasi yang pertama saya kunjungi yakni Kawah Sikidang. Lokasinya cukup dekat jadi saya mencoba berjalan kaki menuju kesana. Jika siang hari mungkin cukup capek saya rasa, namun karena saya pergi disore hari jadi tidak terlalu berasa. Memang Kawah Sikidang cocok dikunjungi saat sore atau pagi hari sekalian untuk mendapatkan foto yang bagus. Tiket masuk yang haru dirogoh cukup Rp. 15.000,00. Tiket ini merupakan tiket terusan yang bisa digunakan untuk masuk kawasan Candi Arjuna. Murah Bukan!!!.
D2
Kawah Sikidang
D4
Candi Arjuna
D5
Taman Bunga Disekitar Candi Arjuna
Setelah mengunjungi Candi Arjuna pada pagi hari, karna memang enaknya dikunjungi saat masih ada embun dan udara masih sangat segar. Saya lanjut ke Telaga Warna yang jaraknya paling sekitar 10 menit dari Candi Arjuna. Tiket masuk yang dipatok Rp. 15.000,00. Air ditelaga warna ini berwarna hijau bisa jadi karena adanya sulfur.
D3
Telaga Warna
Nah untuk destinasi terakhir yang saya kunjungi yakni Water Park D-QIANO. Saya sengaja datang kesini pada sore hari karena ingin rileksasi dan menikmati pemandian air panas. Dari semua lokasi mungkin tempat ini yang paling mahal di Dieng yakni Rp. 30.000,00. Semahal-mahalnya di Dieng masih 30 rebuuu.
D6
Sebenarnya ada satu tempat lagi yang belom sempat saya kunjungi disana, yakni Bukit Sikunir. Tempat ini rekomended untuk liat sunrise katanya sih, ya mungkin bisa jadi destinasi berikutnya kalau sempat kesini lagi. Satu lagi yang paling suka disini yakni jajanannya. Suhu Dieng yang dingin membuat makanan apapun jadi enak, saya paling suka sama kentang goreng yang hampir ada disetiap tempat makan.
Demikian hasil liputan saya di Dieng. Jangan lupa bahagia.
Jakarta, 01 Juni 2020
Berkah Dalem