Kerja Sambil Kuliah, Apa enaknya???

WVSS

Punya pekerjaan mapan di perusahaan ternama dengan gaji fantastis setelah tamat kuliah adalah idaman setiap orang. Punya pendidikan tinggi dengan gelar bergengsi dari universitas top bagi sebagian orang juga merupakan hal yang diidam-idamkan. Apalagi kalau bisa menduetkan keduanya dalam satu waktu, tentu saja akan terasa komplit perjalanan hidup kita. Sudah tamat S1 dan bekerja di perusahaan dengan gaji yang dibilang yaaa cukup lumayan lah buat mulai menapaki hidup tanpa bergantung pada orang tua. Namun jauh dilubuk hati paling dalam kok sempat terbesik pikiran pengen buat study lagi. Entah menganggap bekal ilmu yang dipunyai sekarang kurang, atau merasa sepertinya jalan hidup kita bukan di dunia kerja sekarang.

Beberapa pilihan yang bisa dibuat untuk menyiasati kegundahan semacam ini adalah kalau bukan resign dari perusahaan lalu kuliah full time yaaa kerja sambil kuliah. Pemandangan seperti ini sepertinya sudah tidak asing di Jakarta, apalagi sudah banyak universitas yang membuka kelas malam bagi karyawan atau juga ada kelas E- Learning yang tatap muka bisa dilakukan saat week end. Bersyukurlah kalau perusahaan mensupport karyawannya yang punya semangat buat maju dan antusias untuk study lagi, asal tetap professional menyikapi urusan kantor dan kampus. Bahkan kampus negeri seperti UI juga  sekarang sudah menyelenggarakan kelas malam untuk beberapa jurusan dan peminatan tertentu, sayangnya peminatan yang saya inginkan tidak dibuka untuk kelas keryawan. Padahal belum tentu juga diterima disana….zzzzzzz.

Sebenarnya saya bukan pemeran utama dalam hal ini, namun berdasarkan pantuan saya terhadap karyawan yang kerja sambil kuliah ditempat saya bekerja saat ini, saya bisa menjabarkan apa sih enaknya kerja sambil kuliah. Ruang lingkupnya saya batasi pada enak-enaknya saja yaa, ntar kalau dikasih tau gak enaknya malah hilang niat kuliah lagi..ckckckck. Setidaknya ada empat hal yang bisa saya simpulkan dari survei saya dalam beberapa tahun belakangan ini.

Efisiensi fasilitas kantor

Kehidupan mahasiswa gak akan jauh-jauh dari kertas dan printer, selagi ada yang bisa gratis kenapa gak dimaksimalkan aja kan..hehehehe. Bisa menghemat beberap ribu kan lumayan bisa buat beli cilok kalau lagi lapar. Bersyukurlah kalau bisa bekerja dilingkungan kantor yang terlalu mempersoalkan pengunaan fasilitas kantor. Kalau lagi ada jam-jam kosong bisalah curi-curi print jurnal, makalah, atau tugas yang jumlahnya gak seberapa tapi sering..zzzzzz, asal gak print satu rim aja yaaa. Komputer kantor barangkali juga bisa dimanfaatkan secara lagi kerjaain tugas akhir butuh sofware terbaru dengan spesifikasi komputer yang cukup tinggi buat running program. Selagi kerja bisa juga kerjaain thesis, kerjaan selesai thesis jalan teruss, alangkah senangnya kannn..hehehehe

Beasiswa mandiri

Tidak semua dari kita lahir dari keluarga berada pastinya. Orang tua sudah mewanti-wanti “Jatahmu sekolah sampai S1, sekarang giliran adik-adikmu, kalau mau sekolah lagi ya cari beasiswa atau pakai uang sendiri”. Mungkin ada satu dari antara kita ada yang punya pengalaman demikian, barangkali juga yang saya alami. Beasiswa mandiri yang saya maksudkan adalah sekolah hasil dari keringat sendiri tanpa merepotkan uang tua lagi. Lahhh ngabisin duit gaji dimana enaknya???, jauh diluar kata enak bisa jadi sebuah kepuasan tersendiri, setidaknya kita bisa membuktikan kepada orang lain bisa hidup dan study lagi tanpa campur tangan orang tua lagi. Teman-teman dilingkungan kantor sebagian sudah sibuk mempersiapkan KPR rumah, tabungan buat nikah, ehhhh gaji kita masih berkutat buat biaya semesteran. Tapi gak apalah pendidikan kan juga bagian dari investasi, lagian investasi ilmu gak ada kadaluarsanya, makin diupgrade makin sippp lah.

Jam terbang tinggi  + Gelar mentereng

Apa yang perusahaan inginkan saat anda mendaftar kesebuah tempat baru? Pengalaman kerja? YES, jenjang pendidikan tinggi? YES. Satelah setahun bekerja dan didaulat sebagai karyawan tetap, anda memutuskan meminta izin atasan untuk kerja sambil kuliah. Jika dihitung-hitung dengan masa studi magister yang notabenya adalah dua tahun dan ditambah dengan setahun masa kerja awal sebelum studi maka setelah lulus anda sudah punya pengalaman kerja selama 3 tahun. Sekali mendayung dua, tiga pulau terlampaui, sudah punya pengalam 3 tahun + gelar M.T, M.Si, M.M, atau yang lainnya, wahh….wahhh menang banyak bandar kalau dihitung-hitung kan. Dengan pengalaman kerja yang cukup lama dan gelar S2 setidaknya jika anda berniat untuk mencari tantangan baru di dunia kerja maka itu akan sangat membantu sekali. Beberapa perusahaan asing di Indonesia juga menetapkan kualifikasi tinggi untuk posisi-posisi tertentu, bisa jadi itu patut anda pertimbangkan.

Hemat Usia

Setiap orang punya prinsip masing-masing untuk urusan pendidikan. Bekerja keras dulu agak 2-3 tahun setelah dirasa tabungannya cukup kemudian baru melanjutkan studi mungkin bisa jadi opsional, namun kalau bisa kerja sambil kuliah why not yakk. Masalahnya dihitung pakai  jari tangan dan kaki kok sudah gak cukup ni umur kita tahun ini, mesti antisipasi ni biar bisa hemat usia dengan kerja sambil kuliah. Bener sih ada yang bilang belajar tidak mengenal usia dan waktu tapi, alangkah senangnya kalau bisa menyandang gelar S2 semuda mungkin biar masa bakti dan produktivitas kita di dunia kerja cukup lama. Semakin tua saya rasa juga daya tangkap semakin menurun, semangat memang masih 45, tetapi kadang usia juga gak bisa bohong. Jadi kendala-kendala semacam ini bisa dicarikan solusi dengan kerja sambil kuliah, jika dirasa memang perlu dan siap.

Setinggi-tingginya gelar yang kita dapatkan pada akhirnya juga akan sangat bermanfaat dan berguna jika diaplikasikan di dunia kerja. Kerja juga bisa apa saja kan yang penting punya value buat diri sendiri dan orang lain. Maka dari itu mau kuliah full time atau kerja sambil kuliah kembali lagi pada motivasi dan tujuan hidup anda kedepan.

Jakarta, 5 Mei 2016

Berkah Dalem 🙂

Advertisements

6 thoughts on “Kerja Sambil Kuliah, Apa enaknya???

  1. saya sedang kuliah sambil partime jadi waiters di foodcourt di salah satu mall di bandung… saya masih semester 3 kuliah di upi. saya takut kuliah saya jadi lama gara gara kerja partime, sedangkan kuliah di negeri kan gak fleksibel bgt waktunya ada sks mata kuliah yg harus di korbanin, saya sekarang ambil shift dari jam 4 sampai jam 9

    Liked by 1 person

    1. Untuk level S1 memang kerja sampingan saat semester-semester awal dirasa cukup berat. Itulah mengapa lebih banyak mahasiswa tingkat akhir yang mengambil part time job untuk mengisi banyak waktu luang. Melihat efforts anda yang luar biasa orang pasti akan lebih appreciate.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s