Mengurus SKBS, SKBN,dan SKB-TBC di RSUD Tarakan

MCU
Ilustrasi Medical Check Up

Setelah mencari-cari info rumah sakit pemerintah yang terdekat dengan tempat tinggal saya sekarang, akhirnya saya putuskan untuk melakukan medical check up di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan yang lokasinya berada di Jakarta Pusat. Awalnya saya berencana akan ke Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, namun karena beberapa review yang menuliskan biaya untuk pengurusan Surat Keterangan Berbadan Sehat, Surat Keterangan Bebas Narkoba, dan Surat Keterangan Bebas TBC cukup mahal saya berfikir untuk ke rumah sakit umum daerah saja. Asumsi saya rumah sakit umum pusat lebih mahal dari pada rumah sakit umum daerah.

Hari senin pagi saya berangkat dari Kebon Jeruk dengan menggunakan ojek online menuju RS. Tarakan. Untuk akses kesana juga terhitung mudah karena ada halte Trans Jakarta yang persis di depan RS tersebut. Pukul 7.30 WIB sampai disana kemudian setelah bertanya kepada petugas saya diarahkan ke Poli Cendana yang letaknya di bagian belakang. Dari bagian depan naik ke lantai 2 kemudian melewati sky bridge ke gedung belakang kemudian naik lagi ke lantai 3. Karena saya tergolong pasien baru maka saya harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Petugas meminta KTP untuk pendataan identitas lalu kemudian diberi kartu pasien.

Setelah diberi kartu saya kemudian diarahkan kebagian MCU yang ada didekat bagian pendaftaran. Disana ada seorang ibu-ibu/suster yang cukup ramah dan sangat membantu saya sampai selesai. Dibagian MCU saya didata lagi dengan mengisi beberapa form salah satunya mengenai riwayat kesehatan dan ditanyakan untuk keperluan apa medical check upnya. Dalam hal ini surat-surat yang saya butuhkan di atas rencananya untuk digunakan sebagai syarat pendaftaran Beasiswa LPDP. Surat keterangan bebas TBC merupakan syarat untuk pendaftaran yang akan ke luar negeri. Setelah selesai pengisian form lalu saya di arahkan ke kasir untuk melakukan pembayaran. Untuk ketiga tes tersebut dikenakan biaya keseluruhan Rp. 522.000,00. Biaya yang cukup mahal untuk ukuran anak kos seperti saya ini.

Ternyata biaya untuk ketiga tes di atas gak jauh beda dengan di RSUP Fatmawati. Untuk SKB – TBC sebenarnya termasuk pemeriksaan paket luar negeri, namun karena tujuannya untuk beasiswa maka dari ketiga MCU di atas tidak terlalu mendetail. Biaya untuk full MCU tentu saja akan jauh lebih mahal. Urusan bayar membayar kelar kemudian saya kembali ke MCU diukur tensi, tinggi, berat, dan kemudian diperiksa oleh dokter disana. Next steps yaitu ke ruang sebelahnya untuk pengambilan sampel darah dan urin untuk pemeriksaan bebas narkoba.

Surat rujukan sudah dibuat kemudian saya kembali ke gedung depan di lantai dasar bagian radiologi untuk ronsen paru-paru yang akan digunakan sebagai indikator bebas TBC. Sewaktu ronsen saya diwajibkan untuk tidak memakai baju dan diisyratkan untuk memeluk alat yang ada di depan saya, wahhhh berasa banget deh jonesnya…zzzz. Pengurusan surat-surat tersebut tidak bisa selesai dalam sehari karena harus menunggu hasil  dan pengujian sampel darah dan urin. Oleh karena itu saya harus kembali lagi besoknya dan tentu saja harus bolos kerja. Habis dehh gaji bulan ini dipotong, ckckckckck.

Hari Ke  – 2

Hari ini saya dijadwalkan untuk pemeriksaan di Poli Paru di gedung depan. Setelah mendapatkan surat rujukan dari MCU kemudian meluncur kesana dengan hasil ronsen kemaren. Sudah datang pagi ternyata harus menunggu dokternya karena belum datang. Sebenarnya sudah daftar duluan tapi dokternya memprioritaskan yang sakit terlebih dahulu. Maka jadilah saya yang ada dipaling akhir sesi sebelum makan siang dan Poli tutup. Tenyata gak lama di Poli Paru cuma di lihat hasil ronsennya kemudian ditanya mau ambil beasiswa kemana, sudah kerja apa belom, dan pertanyaan seputar hidup dan tujuan saya. Keadaan di Poli Paru saya rasa lebih berwarna yaa karena ada beberapa koas dokter yang bening-bening jadi agak terobati lah masa penantiannya..hehehhee.

Kembali ke bagian MCU dengan hasil dari Poli paru lalu susternya menyuruhku makan siang terlebih dahulu karena tahu capek bolak-balek dari pagi. Mumpung di daerah Cideng sekalian lah ngajak makan siang Yati dan Monica yang kebetulan kerja di daerah sana. Bisa sambil cerita-cerita sambil makan di kantin rumah sakit lahhh. Jam 13.00 WIB kembali ke atas untuk mengambil hasilnya  dan puji tuhan ternyata semuanya normal dan yang terpenting saya bisa melangkah untuk melengkapi beberapa persyartan selanjutnya.

Semoga ini bisa menjadi bagian dari kisah kedepan saya. Dan buat teman-teman yang berencana akan membuat surat-surat di atas datanglah sepagi mungkin untuk menghidari antrian karena rumah sakit umum pemerintah selalu ramai. Selamat berjuang dan semoga kalian selalu sehat.

Jakarta, 9 Maret 2016

Berkah Dalem 🙂

Advertisements

11 thoughts on “Mengurus SKBS, SKBN,dan SKB-TBC di RSUD Tarakan

  1. thank you banget untuk tulisannya. berguna banget. btw, saya mau coba tes yg sama di rumah sakit itu juga, kalo boleh tau, tes yg di MCU sama rontgen pas hari pertama (gak termasuk yg hari kedua nungguin dokter di poli paru), itu mulai dari datang sampe ke selesai periksa2 berapa lama ya (berdasarkan pengalaman)?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s